Tuesday, June 4, 2013

TUHAN ITU BAIK


TUHAN ITU BAIK

Kata itu keluar dari wajah yang berseri. Wajah yang gemuk dan segar. Raut yang cerah dan kulit yang terang. Seorang yang nampak sehat tanpa masalah. Seorang yang berpakaian indah, seperti tidak pusing mencari uang. Seorang muda yang masih berumur 30-an. Ia seorang yang pernah mengalami kegagalan ginjal.

Seorang yang pernah membuang ginjalnya dan menerima transplantasi ginjal baru senilai milyaran rupiah. Seorang yang "menyumbangkan" seluruh hasil jerih payahnya hanya untuk membayar dokter, dan masih terus mengkonsumsi obat khusus senilai puluhan juta rupiah setiap hari seumur hidupnya untuk menjaga kondisi pasca transplantasi.

Dia mungkin sama seperti saya, dan anda. Pekerja keras. Tidur larut malam dan bangun sangat pagi. Mempunyai candu pekerjaan yang sangat kuat. Seorang yang cerdas dan kuat begadang. Seorang yang memfokuskan kehidupannya untuk terus meraih pencapaian yang lebih tinggi. Seorang yang ambisius.

TUHAN ITU BAIK


Dia pernah menjadi seorang yang ambisius, yang tidak senang bekerja untuk orang lain. Seorang pekerja yang waktu tidurnya lebih sedikit dari waktu kerjanya.

Ia menuturkan bahwa, pada saat tervonis gagal ginjal, saat itu semua impiannya luruh. Runtuh. Kekuatan mudanya seperti raib. Sejak itu ia tergantung pada mesin cuci darah. Hingga akhirnya kolaps. Dan, berapa besar biaya untuk melakukan transplantasi ginjal? Ia menjual asetnya. Seluruh pekerjaan keras yang dihasilkannya dengan jerih lelah, pada akhirnya hanya untuk membayar dokter. Di bagian ini, sebagai seorang senior, dia membagikan kepada saya tentang kesia-siaan hidup. 

TUHAN ITU BAIK, ujarnya.

Hal yang menggugah dari percakapan dengan senior di gereja saya ini adalah bagaimana ia mengutarakan bahwa TUHAN, yang mana mengizinkannya melalui kenyataan hidup yang pahit melalui kegagalan ginjalnya, adalah TUHAN YANG BAIK.

Tuhan itu baik. Karena DIA mempunyai rencana yang indah untuk kehidupan kita semua. Tuhan memiliki rancangan yang indah dan bukan rancangan kecelakaan.

Bagi kawan saya ini, TUHAN ITU BAIK, meski setiap bulan ia harus mengkonsumsi obat senilai puluhan juta rupiah agar kondisi pasca transplantasi tetap terjaga. Tuhan itu baik, meski ia tidak boleh terinfeksi sakit ringan sekalipun seperti flu, batuk/pilek, karena ia harus menjaga agar daya tahan tubuhnya tidak naik. (Seorang penerima transplantasi organ tubuh, harus senantiasa menjaga agar kondisi tubuhnya dalam kondisi imun yang rendah, jika tidak tubuhnya akan bereaksi menolak organ transplantasi dan akibatnya akan fatal.)

Tuhan itu Baik. Karena kawan saya ini telah menemukan kehidupannya sebagai rangkaian rencana TUHAN yang indah. Kawan saya saat ini sudah menemukan kehidupannya sebagai bagian dari rencana indah TUHAN dan ia berbagian melakukan pekerjaan didalam rencana TUHAN yang kekal.