Wednesday, July 24, 2013

FALSAFAH PERUSAHAAN (CORPORATE PHILOSOPHY) ASTRA




Sebagaimana termuat dalam buku MAN OF HONOR, saya mencantumkan kembali Falsafah Perusahaan (Corporate Philosophy) PT ASTRA INTERNATIONAL, yang tertera dalam surat yang diterbitkan Corporate Planner kepada Pemegang saham PT Astra International, Inc. pada tanggal 20 Desember 1982.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

FALSAFAH PERUSAHAAN (CORPORATE PHILOSOPHY) 

Memasuki tahun ke-25 bagi ASTRA dan bertepatan dengan hari ulang tahun ke 60 pendiri ASTRA, Bapak William Soeryadjaya ingin kami menegaskan kembali kesepakatan kita mengenai falsafah perusahaan yang kita rumuskan sebagai berikut :

I.  Bahwa kemajuan dan keberhasilan yang telah dicapai ASTRA selama ini adalah karena anugerah Tuhan yang patut kita syukuri. Dan untuk memelihara kemajuan ASTRA ini maka setiap individu dalam ASTRA perlu menyandarkan segala usahanya pada pimpinan dan berkat Tuhan.

II. Disamping itu, perlu diseragamkan norma dan budaya perilaku manajemen dan karyawan ASTRA yang didasarkan kepada Falsafah Perusahaan (Corporate Philosophy) sebagai berikut : 

1. Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara 
   (To be an asset of the nation)

2. Pelayanan yang terbaik bagi pelanggan
   (Best service to customers)

3. Saling menghargai dan membina kerjasama
   (Respect for the individual and development of team work)

4. Berusaha mencapai yang terbaik
   (Strive for excellence)

III. Falsafah Perusahaan tersebut harus dihayati dan menjadi sumber pemikiran maupun penilaian bagi kegiatan seluruh jajaran manajemen dan karyawan ASTRA.

Kiranya Tuhan yang Maha Pengasih merestui usaha kita untuk menjadi berkat bagi sesama kita.


Jakarta, 20 Desember 1982





Gerry Kasih

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sebagai karyawan Astra, saya bangga dan salut karena nilai-nilai/ falsafah perusahaan saya sangat mendasarkan pada rasa syukur kepada Tuhan dan berisi himbauan agar senantiasa bersandar kepada pimpinan dan berkat Tuhan. Pun pada norma dan budaya perilaku insan Astra memuat 4 tujuan / visionisasi Insan Astra yang pada visualisasi ultimat-nya adalah agar menjadi berkat bagi bangsa dan negara.


 

Won Over Smoking Addict in 730 days in His Grace

Puji Syukur kepadaMu Yesus Tuhan, yg telah membuktikan bhw bila kuserahkan kelemahanku padaMu, Kau akan memulihkanku dari Dosa & memberi kemenangan penuh. Aku bersyukur dan berbahagia, tepat hari ini Engkau telah memimpinku selama 730 hari (2 tahun) dan memberi hikmat untuk menang merdeka atas kecanduan rokok. Semua karena AnugrahMu, tiada satu pun oleh kekuatan dan kepandaianku.

Tuesday, June 4, 2013

TUHAN ITU BAIK


TUHAN ITU BAIK

Kata itu keluar dari wajah yang berseri. Wajah yang gemuk dan segar. Raut yang cerah dan kulit yang terang. Seorang yang nampak sehat tanpa masalah. Seorang yang berpakaian indah, seperti tidak pusing mencari uang. Seorang muda yang masih berumur 30-an. Ia seorang yang pernah mengalami kegagalan ginjal.

Seorang yang pernah membuang ginjalnya dan menerima transplantasi ginjal baru senilai milyaran rupiah. Seorang yang "menyumbangkan" seluruh hasil jerih payahnya hanya untuk membayar dokter, dan masih terus mengkonsumsi obat khusus senilai puluhan juta rupiah setiap hari seumur hidupnya untuk menjaga kondisi pasca transplantasi.

Dia mungkin sama seperti saya, dan anda. Pekerja keras. Tidur larut malam dan bangun sangat pagi. Mempunyai candu pekerjaan yang sangat kuat. Seorang yang cerdas dan kuat begadang. Seorang yang memfokuskan kehidupannya untuk terus meraih pencapaian yang lebih tinggi. Seorang yang ambisius.

TUHAN ITU BAIK


Dia pernah menjadi seorang yang ambisius, yang tidak senang bekerja untuk orang lain. Seorang pekerja yang waktu tidurnya lebih sedikit dari waktu kerjanya.

Ia menuturkan bahwa, pada saat tervonis gagal ginjal, saat itu semua impiannya luruh. Runtuh. Kekuatan mudanya seperti raib. Sejak itu ia tergantung pada mesin cuci darah. Hingga akhirnya kolaps. Dan, berapa besar biaya untuk melakukan transplantasi ginjal? Ia menjual asetnya. Seluruh pekerjaan keras yang dihasilkannya dengan jerih lelah, pada akhirnya hanya untuk membayar dokter. Di bagian ini, sebagai seorang senior, dia membagikan kepada saya tentang kesia-siaan hidup. 

TUHAN ITU BAIK, ujarnya.

Hal yang menggugah dari percakapan dengan senior di gereja saya ini adalah bagaimana ia mengutarakan bahwa TUHAN, yang mana mengizinkannya melalui kenyataan hidup yang pahit melalui kegagalan ginjalnya, adalah TUHAN YANG BAIK.

Tuhan itu baik. Karena DIA mempunyai rencana yang indah untuk kehidupan kita semua. Tuhan memiliki rancangan yang indah dan bukan rancangan kecelakaan.

Bagi kawan saya ini, TUHAN ITU BAIK, meski setiap bulan ia harus mengkonsumsi obat senilai puluhan juta rupiah agar kondisi pasca transplantasi tetap terjaga. Tuhan itu baik, meski ia tidak boleh terinfeksi sakit ringan sekalipun seperti flu, batuk/pilek, karena ia harus menjaga agar daya tahan tubuhnya tidak naik. (Seorang penerima transplantasi organ tubuh, harus senantiasa menjaga agar kondisi tubuhnya dalam kondisi imun yang rendah, jika tidak tubuhnya akan bereaksi menolak organ transplantasi dan akibatnya akan fatal.)

Tuhan itu Baik. Karena kawan saya ini telah menemukan kehidupannya sebagai rangkaian rencana TUHAN yang indah. Kawan saya saat ini sudah menemukan kehidupannya sebagai bagian dari rencana indah TUHAN dan ia berbagian melakukan pekerjaan didalam rencana TUHAN yang kekal.






Tuesday, April 30, 2013

DIRECT DELIVERY


Target bulan Mei 2013 ini, sehubungan dengan penerapan Direct Delivery di cabang saya, saya berkomitmen untuk:

1. Melakukan pendampingan pengiriman mobil dengan persentase 100%

2. SIAP PESTA dan siap kirim dengan sempurna, terpantau dan terbukti

3. Meningkatkan kepuasan pelanggan dengan lebih baik


Situasi yang berubah harus tetap menantang kita untuk beradaptasi dan berusaha menuju arah yang lebih baik dan sempurna. Menurut saya, kehidupan mulai menjadi stagnan dan membosankan pada saat seseorang jatuh ke dalam rutinitas dan tidak lagi dengan proaktif meng-create situasi yang lebih baik.

Dengan adanya target pribadi, seseorang memperluas lingkup pekerjaannya dari sekedar 'bekerja' menjadi 'berkarya'. Seseorang yang hanya bekerja, mengungkung dirinya dalam job desc saja. Namun seseorang yang berkarya, memperluas kepuasannya dalam bekerja dengan menghasilkan inovasi baru. Hasil dari inovasi ini dapat menjadi karya nyata yang dapat disaksikan dan diapresiasi orang lain.

Perubahan adalah tantangan bagi kemajuan. 

Thursday, April 18, 2013

KESUKSESAN PENJUALAN TERGANTUNG TUHAN

Core atau inti pekerjaan Seorang Sales adalah menjual. Tidak ada penjualan yg dapat terjadi tanpa keberhasilan closing. Closing adalah perjuangan untuk meyakinkan prospek agar sepakat dan membeli.

Semua closing memiliki case masing-masing. Seorang salesman harus mampu menggali keberatan prospek, hingga yg tersembunyi. Namun pada kenyataannya, closing adalah perjuangan yang tidak mudah.

Semakin hari, keberatan prospek semakin beragam. Semakin hari, zaman dan situasi makin berubah. Cara yang pada masa lalu sukses, tidak tentu bisa diterapkan pada masa kini.

Atas dasar itulah, salesman perlu meningkatkan keahlian. Salesman perlu belajar lagi. Salesman wajib terus-menerus belajar. Salesman harus menambah ilmu. Salesman harus belajar dari praktek langsung. Salesman harus deal dan harus memenangkan deal. Salesman perlu hikmat dari Tuhan untuk deal.

Amsal Salomo, pasal 3:5 mengatakan "dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri".

Seringkali keberhasilan2 di masa lalu membuat kita, para sales merasa sombong & Mampu tanpa bantuan Tuhan. Seringkali kesombongan tersebut membuat kita, para sales diizinkanNya mengalami kegagalan beruntun.

Dengan mengalami kegagalan beruntun, kepercayaan diri seorang sales sedang dirapuhkan. Percaya diri itu baik, namun percaya diri yang baik adalah percaya diri yang didasari oleh kerendahan hati dan selalu mengakui bahwa "sukses ini adalah hikmat dan petunjuk dari Tuhan saja, tidak ada kepandaian apa pun, selain oleh anugrahNya".

Percaya diri itu baik, asal percaya diri ini didasarkan oleh percaya Tuhan. Percaya diri yang meniadakan campur tangan Tuhan, adalah sebuah kesombongan, dan kesombongan adalah awal kejatuhan.

Untuk berhasil SPK dan achieve target, seorang salesman wajib merendahkan diri di hadapan Tuhan. Salesman wajib mengakui DIA dalam segala laku. Wajib mengakui bahwa segala sesuatu adalah karena Izin-Nya.

Seperti udara yg kita hirup untuk hidup setiap hari, demikian juga hidup ini yang begitu penting, semua bersandar pada anugrah Tuhan. Kita tidak pernah mampu membayar udara yang gratis ini. Pdt.Dr.Stephen Tong mengatakan bahwa Anugrah Tuhan itu sifatnya unik. Beliau memperjelas bahwa apa yang tidak dapat manusia bayar namun paling penting untuk hidupnya, diberikan cuma-cuma oleh TUHAN. Semua ini hanya untuk menyadarkan manusia, bahwa kita bergantung penuh kepada DIA sang pemberi hidup.

Closing the deal mungkin adalah urusan kecil dan "duniawi". Namun, tanpa berdoa sungguh-sungguh, keberhasilan yang bisa dialami seorang sales adalah semu.

Berdoa adalah tanda kerendahan hati. Ketika manusia tidak mampu namun ia terus maju, pasti ia gagal. Namun, ketika manusia tidak mampu dan ia mau mengakui keadaannya dan meminta hikmat dan pertolongan dari TUHAN, ia pasti berhasil.

Jangan sombong dan takabur. Berdoa adalah tanda kerendahan hati. Berdoa bukan menunjukkan kesalehan, tetapi membuka kelemahan diri dihadapan Pencipta kita, agar DIA sendiri yang memampukan kita mengatasi kesulitan dan pada akhirnya Dia yang memperoleh pujian atas keberhasilan kita.

Semua Salesman perlu TUHAN. Hidup & mati kita ada di dalam TUHAN. Jangan mengandalkan kepintaran diri sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu. Mengakui bahwa TUHAN itu hidup dalam segala perbuatan dan perkara. Jangan membangkitkan murka Tuhan dengan kesombongan.

Salesman yang berhasil dan sukses, Salesman yang achieve target dan jualan banyak, salesman yang memenangkan penjualan adalah salesman yang Takut akan Tuhan.

Firman Tuhan itu Ya dan Amin. Jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri dan akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. (Ams.3:5b-6)

MUJIZAT TERBESAR

Hanya Tuhan satu-satunya yang memiliki kuasa atas kehidupan & utk menghidupkan. Tuhan Yesus memanggil Lazarus yg sudah meninggal 4 hari keluar dari makam hidup-hidup. Tidak ada yang mustahil bagiNya. Ketika kita menyadari kemahakuasaan TUHAN, kita dapat meminta 3 hal:

1. meminta Dia untuk mengaruniakan iman untuk mempercayai DIA dengan penuh.
 

2. mempercayai Dia utk membebaskan hidup kita dari dosa yang membelenggu & merintangi hubungan kita dengan Dia.
 

3. menaati Dia agar dapat menikmati hidup yang leluasa dan senantiasa berkenan kepadaNya







Apa susahnya bagi Tuhan untuk membuat batu-batu yang mati, berteriak memuji-muji Dia? Tuhan yang dapat membangkitkan orang mati & menghidupkan benda mati (yang pada dirinya pun tak memiliki inisiatif pribadi/kehendak untuk hidup), apakah susah bagiNya untuk memutarbalikkan kematian kerohanianku menjadi HIDUP? Apakah susah bagiNYA untuk memulihkan keberdosaan yang aku pun tidak memiliki kuasa untuk terlepas darinya, agar hidupku kembali dapat dipersembahkan sebagai persembahan yang hidup, kudus & berkenan kepadaNya?

24 juli 2011, oleh karena Kuasa Tuhan Yesus yang hidup & Allah yang sejati, saya berhenti merokok sampai hari ini. sampai malam ini. Sudah lewat 627 hari (1 tahun, 8 bulan, 19 hari).


Merokok adalah Dosa dan tidak berkenan kepada TUHAN. Jika saya dapat menang atas rokok, itu hanyalah oleh anugrah-Nya semata. Mujizat terbesar adalah dimerdekakan dari perhambaan dosa AGAR kita dapat hidup memperkenan hati TUHAN & mengenal Tuhan dan juruselamat yang sejati.

Wednesday, April 3, 2013

SIKAP MENENTUKAN JALAN HIDUP


 

Beberapa waktu lalu, santer di Twitter, sebuah akun yang menamai dirinya forum komunikasi wiraniaga dari sebuah dealer otomotif terkemuka. Akun yang tidak gamblang menyatakan identitas dirinya itu men-tweet berbagai cerita seputar profesi duka wiraniaga dan menumpahkan uneg-uneg yang dirasakan dalam menekuni profesi wiraniaga di perusahaan tersebut. Tidak hanya menjadi media untuk penumpahan uneg-uneg, akun Twitter tersebut juga memakai nama personal beberapa orang terkemuka, seolah-olah opininya adalah sesuatu yang akan didukung oleh orang-orang tersebut (yang saya yakini 100% sebaliknya).


Saya mencoba menelusuri apa motif dan tujuan akun twitter tersebut dibuat dengan mencermati kicauan-kicauan yang dilontarkan. Seringkali terucap keluhan-keluhan yang seperti mengatasnamakan solidaritas karyawan yang dalam beberapa "chirp" terkesan termarjinalkan. Beberapa kicauan dengan bulat-bulat seperti mengadakan solidaritas untuk melakukan "revolusi karyawan" di tubuh perusahaan. Kicauan yang lain dengan lantang mengajak pembacanya seolah untuk ikut mendukung opini tertentu terhadap perusahaan.
 
 Munculnya kicauan dengan isi vulgar dan persepsi unik ini, membuat kami yang berprofesi sebagai wiraniaga merefleksikan sesuatu. Kami mulai mendiskusikan tema-tema seputar dunia pekerjaan dan profesi berikut suka dan dukanya. Pekerjaan sebagai wiraniaga di dealer otomotif terkemuka, tidak hanya memberikan suka tetapi juga duka. Ketika kami menelusuri tema-tema kicauan akun ambigu ini, ada beberapa "adegan" yang juga pernah kami alami. Kicauan tersebut bukan hal yang baru. Tema-tema itu bukan omong kosong. Ada kebenaran dari curhatan tersebut.

Namun, ada satu hal yang jelas membedakan. Ada satu hal yang sangat signifikan yang membuat orang-orang tertentu seperti memiliki "nasib" yang berbeda dari adegan-adegan dan kisah-kisah dari Twitter berakun forum komunikasi wiraniaga ini. Apakah itu? Ya. Kami semua para wiraniaga mengalami kesulitan-kesulitan atau hambatan-hambatan yang saya yakini SAMA dengan yang dicuapkan akun forum komunikasi wiraniaga. Bedanya adalah bagaimana SIKAP kami terhadap tantangan yang SAMA yang dihadapkan, adalah hal yang membedakan.



Saya yakin, Viktor Frankl, Stephen Covey dan Arief Budiman setuju bahwa dalam kehidupan ini ada dua macam sikap. Pertama, menyikapi hidup dan hal-hal yang terjadi dalam hidup sebagai sebuah 'takdir'. Dengan menyikapi hidup seperti cara ini, seseorang akan pasif dan kehilangan kemampuan juang untuk keluar dari permasalahan. Orang dengan sikap pertama adalah orang yang tidak memiliki keyakinan diri yang sehat. Orang dengan sikap ini akan senantiasa memojokkan dirinya sebagai korban yang tanpa harapan. Orang dengan sikap seperti ini menjadi reaktif: orang yang tidak menggunakan pilihan dengan bertanggung jawab.



Contoh:
Orang yang malas dan tidak senang membantu orang lain, akan menimbulkan opini bahwa dia adalah seorang yang tidak bisa diandalkan. Karena sikapnya itu, maka secara perlahan dan pasti, tanggung jawab yang diembankan padanya mulai dikurangi... sampai akhirnya diberikan kepada orang yang menunjukkan dirinya mampu mengemban tugas tersebut. Akhirnya orang tersebut tidak menjadi apa-apa di tempat ia bekerja.


Kedua, menyikapi hidup dengan proaktif. Ya, memang kenyataan yang dialami orang dengan sikap hidup proaktif SAMA dengan yang dialami orang dengan sikap hidup pasif. Namun, berbeda secara Mindset. Orang dengan sikap hidup proaktif mampu memandang dirinya MAMPU memberi ANDIL untuk MENCIPTAKAN PERUBAHAN. Orang proaktif selalu melihat PILIHAN di dalam segala tindakannya menghadapi suatu situasi.



Lingkungan yang sama. Situasi yang sama. Orang-orang yang dihadapi sama. Tetapi prestasi bisa berbeda. Kelakuan bisa berbeda. Sikap bisa berbeda. Mengapa? Karena hidup adalah pilihan. Menjadi orang yang dicap "baik", "buruk", "bertanggung jawab", "rajin", "antusias", "malas", "helpful", "berintegritas" adalah PILIHAN. Selama kita tidak memilih untuk merubah sikap, cap tersebut akan senantiasa melekat. Karena kita semua bertanggung jawab atas opini orang dan lingkungan terhadap diri kita.




Wednesday, March 27, 2013

Video Sejati: Bagaimana Derek Redmond menyelesaikan perlombaan?


Saya menyaksikan Video ini pertama kali pada saat Training Motivasi yang diselenggarakan pada acara Pertemuan Wiraniaga Nasional, 9 Maret 2013 melalui Andrie Wongso sang Motivator No. 1 Indonesia. Saat itu Andrie Wongso menyampaikan bahwa hal-hal dalam hidup kita tidak selalu terjadi sesuai apa yang kita rencana/inginkan. Pada saat apa yang kita rencanakan gagal, apakah kita masih mempunyai kegigihan untuk menyelesaikannya?

Derek Redmond adalah seorang Pelari kategori 400 meter, peserta Olimpiade Barcelona tahun 1992. Ia dijagokan oleh Negaranya untuk menjadi unggulan pertama peraih medali emas. Sebuah penghargaan yang bergengsi. Namun, apa yang terjadi? Di tengah perlombaan, Derek jatuh dan ototnya cedera serius. Saat itu ia terjerembab dan kesakitan hingga menangis. Namun Derek bangkit dan berusaha berlari. Ketika paramedis datang, Derek tidak mengindahkan dan terus berusaha melanjutkan perlombaan sambil sebelah tangannya memegang kaki yang sakit. Apa yang Derek Redmond lakukan ketika ia kegagalan ada di depan mata? Saksikan video kisah sejati berikut ini:


...Derek Redmond may not have finished first place, But he managed to finish his race! Despite the pains, Despite the tears, he determined to give his all...

Monday, March 25, 2013

BE POSITIVE !

Berpikir positif, tidak sama dengan positivisme. Berpikir positif berarti berpijak pada realita, namun selalu berpedoman pada arah dan cita-cita yang ingin dicapai. Berpikir positif adalah seperti seorang nahkoda yang mengarahkan kapalnya dengan bantuan kompas untuk menuju sasaran yang direncanakan. Berpikir positif didasari oleh sebuah tujuan khusus, dan menjalankannya dengan pedoman khusus pula.


Berpikir positif berarti berpijak pada realita, karena berpikir positif tidak meniadakan hambatan-hambatan atau masalah yang terjadi dalam kenyataan. Sebaliknya, berpikir positif membuat seseorang memperkuat bangunan mentalnya ketika menghadapi masalah atau hambatan.

Berpikir atau berkata positif juga adalah sebuah makanan bagi mental kita. Pada saat kita menghadapi sebuah situasi, bangunan mental kita akan roboh / goyah, bila kesimpulan yang kita buat terhadap sebuah situasi adalah kesimpulan yang destruktif. Ketika kita diam tidak berkata secara verbal, pikiran kita terus bekerja dan berkata-kata. Dalam teori behavioristik yang kental, ahli behavioris percaya bahwa di dalam kepala kita ada pita suara kecil yang sedang berkata-kata sehingga bisa kita dengar dalam benak. Mekanisme "berpikir" bukanlah sesuatu yang behavioral. Para behavioris percaya bahwa jiwa adalah sesuatu yang measurable (dapat diukur) dan oleh karenanya bisa diobservasi. Menurut ahli behavioris, "pikiran" adalah sesuatu yang tidak ilmiah. Namun teori ini dipatahkan oleh teori linguistik yang didasari oleh filsafat kognitif modern. Bahwasanya "pikiran" adalah suatu percakapan di dalam diri kita terhadap sesuatu hal dan perilaku "berpikir" memiliki keberadaan yang valid dan tidak mungkin dapat dibuktikan oleh teori behavioristik.

Dalam menghadapi suatu situasi, apa yang kita katakan terhadap situasi tersebut, mempengaruhi sikap mental apa yang berkembang dalam diri kita dalam menghadapi situasi tersebut.



Contoh:

"Seorang sales merencanakan melakukan presentasi produk pada seorang calon prospek potensial yang tinggal di luar kota. Setelah melakukan phone call dan menawarkan janji temu untuk presentasi, Prospek tersebut mempersilahkan sang sales melakukan presentasi dan memberi waktu. Presentasi pun dilakukan dengan menggali kebutuhan hingga memunculkan dan memberikan solusi. Pada akhir presentasi, prospek tidak menyetujui untuk membeli. Lalu setelah dirasa tidak menemui titik deal, sang sales pun undur diri."

Tanya:
Menurut Anda, menghadapi respons prospek yang tidak membeli, apa yang dipikirkan sang sales yang sudah menghabiskan perjalanan jauh untuk sampai ke kediaman sang prospek yang diyakininya potensial?



Jujur, ini adalah adegan yang saya alami dalam bulan ini. Saya adalah sales tersebut. Kesempatan yang boleh diberikan pada saya untuk berkunjung, adalah sinyal positif untuk hubungan yang lebih lanjut. Memang beberapa bulan yang lalu sang prospek pernah menyatakan berminat untuk membeli sebuah TOYOTA FORTUNER untuk menunjang mobilitasnya sehari-hari. Maka menyambung minat yang pernah beliau sampaikan, saya yakin beliau akan membeli pada bulan ini dan tidak akan menolak untuk menerima presentasi produk. Perkiraan saya benar separuhnya. Beliau positif untuk saya temui. Namun tidak deal.

Saat melangkah undur diri dari kediamannya, saya yang sudah menempuh perjalanan jauh hingga ke pinggir kota ini - dalam kondisi lelah - menjadi sangat rentan untuk putus asa dan berpikir sia-sia. Namun dengan semangat yang menjadi komitmen saya untuk belajar berpikir positif, sambil melangkah turun ke parkiran, saya berkata kepada diri saya:

"Prospek ini PASTI BELI. Pasti. Hanya saya tidak tahu KAPAN dia akan memutuskannya."

Pada saat itu, saya bisa jatuh untuk berpikir: "Ah, usaha saya sia-sia. Saya buang waktu. Saya Bodoh."
Tetapi saya tahu bahwa kata-kata itu hanya akan melemahkan mental dan semangat saya untuk terus berusaha. Kata dan pikiran yang destruktif & negatif, adalah seperti menyiram air ke api yang menyala. Ia tak hanya memadamkan bara api, namun juga membuatnya sulit dinyalakan lagi. Sebaliknya kata-kata dan pikiran yang positif dan membangun, akan menjaga api semangat dan motivasi itu terus terjaga kehangatannya, dan kekuatannya tidak akan memupuskan usaha untuk menuju keberhasilan.



Menangkis pikiran negatif dan perkataan diri destruktif itu seperti berperang dalam batin. Perang batin ini dimenangkan oleh orang yang memutuskan untuk percaya kepada kata-kata yang positif dan membangun. Karena mereka yang percaya kepada kata-kata yang positif, akan tetap berdiri tegak dan memiliki semangat yang kokoh. Jadi, hati-hatilah terhadap apa yang Anda katakan kepada diri Anda!


Kembali ke cerita, apa yang terjadi kemudian pada sang prospek ini? Sang prospek ini TIDAK membeli mobil TOYOTA FORTUNER. Tetapi suatu pagi beliau menghubungi saya untuk meminta saya membuatkan surat pesanan kendaraan TOYOTA AVANZA. Langsung. Tanpa negosiasi yang alot/ tarik-ulur. Beliau MENCARI SAYA, ketika ia memiliki kebutuhan untuk operasional. Beliau tidak mencari dealer terdekat, tapi langsung menghubungi HP saya.

Mengapa demikian? Kebulatan hati mendorong saya membuat janji temu dan lalu mewujudkannya dengan kenyataan hingga menghantar saya menemui beliau secara langsung di kediamannya yang jauh, telah MEMBELI HATI PELANGGAN. Semua ini secara mendasar dilandasi oleh positive thinking. Berpikir positif. Bertekad positif. Berencana positif. Mengeksekusi rencana positif ke dalam tindakan yang positif. Never stop. Jangan termakan oleh negasi pikiran. Tidak mempan terhadap destruksi. Just do it!

Berpikir dan bersikap positif, akan membawa diri kita ke pengalaman yang lebih jauh dan bermakna dari sekarang. Sales yang berpikir positif, tidak pernah akan mengeluh ketika dia tidak "deal" dengan prospek. Sales yang berpikir positif selalu memandang kehadiran dan effort-nya sebagai sesuatu yang bermakna besar bagi keberhasilan dirinya dan membawa kebaikan bagi orang lain. Sales yang berpikir positif memiliki keyakinan yang tinggi akan keberhasilan. Jika sales yang berpikir positif belum "deal", ia akan percaya bahwa suatu hari dia akan menghasilkan "deal". Sales yang berpikir positif akan memandang dirinya sebagai "pengaruh", sehingga ia meyakini bahwa setiap perilakunya akan menciptakan peluang penjualan.


" semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." (Filipi 4:8)






Friday, March 22, 2013

Seputar Catur Dharma Astra (Part.1)

Catur Dharma Astra #1 "To be An Asset Of the Nation"

Karena saya adalah aset yang berharga bagi bangsa & negara, maka agar aset ini nilainya tinggi, ia harus menjadi yang terbaik. Agar aset ini bernilai semakin baik, maka ia harus berkembang dan terus mempertajam kemampuan diri.

Tidak mungkin menjadi Aset yang bernilai, jika aset itu mandek. Jika aset tersebut tidak berguna, tidak berkembang, tidak menjadi lebih baik. Mungkin itulah mengapa kami mengenal Training sejak masuk menjadi sales junior dan terus menerus hingga ke level yang lebih tinggi.

Semuanya adalah agar kami menjadi BAGIAN yang TERBAIK, BERNILAI & BERHARGA bagi Bangsa & negara. Itulah kristalisasi pikiran yang luar biasa mulia dari Pendiri Astra, Alm. William Soerjadjaya.

Pikiran dan artikel-artikel singkat ini mungkin akan terus berulang di lain kesempatan. Karena kebanggaan bekerja adalah sesuatu yang perlu dipelihara agar ada gairah yang kuat dalam berkarya di tempat di mana kita berada.


Thursday, March 21, 2013

The Salesman Story

Tidak ada hal yg lebih istimewa, selain karya Tuhan dalam hidup manusia. Tuhan sang Pencipta dan Penguasa semesta. Hanya Dia yang berhak dan sanggup untuk merubah hidup manusia. My story start only by His Grace. He is significantly work in me. Every true success story, is HIS-Story, not mine. Only failure is mine, none of His to be blame.

CORPORATE PHILOSOPHY #1 "To Be An Asset of The Nation" : sebuah tafsir dari ujung tombak

"To be An Asset of The Nation"

Saya belum pernah menemukan filosofi perusahaan yang lebih luhur dari kalimat ini. Saya hanyalah seorang ujung tombak yang terkecil dari "pohon rindang" ini. "To be an asset of the nation" atau "Menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara". Saya kagum dan heran, filosofi perusahaan nomor satu (dari empat lainnya) adalah berbicara tentang konsekrasi terhadap bangsa dan negara, bukan mengenai keuntungan bagi diri sendiri.



Kekaguman ini tidak lepas dari filosofi hidup Om William yang termaktub dalam buku "Man Of Honor" yang baru saya baca 3/4 bagian. Kata berbagai narasumber yang ada dalam buku setebal 689 halaman ini, filosofi hidup Alm. William Soerjadjaya adalah untuk "Menjadi berkat bagi sesama". Alm. Om William mendirikan sebuah pohon rindang yang berbuah manis yang dapat dinikmati semua orang. Oleh karena itu perusahaan ini didirikan untuk menjadi aset bagi bangsa dan negara, sebuah harta yang berharga dan menjadi kesejahteraan dan kebanggaan bangsa.

Saya hanya seorang karyawan bernomor induk 22ribu-an yang terpisah jauh dari kisah masa lampau, dimana pada saat lampau pernah dimiliki oleh Alm. William Soerjadjaya. Memahami filosofi perusahaan adalah hal yang berperan penting dalam perjalanan karir seseorang yang sudah mengambil keputusan untuk lama di perusahaan ini. Corporate Philosophy adalah sebuah ARAH dan Sasaran. Jika seorang ingin "lama" di sini, idealnya dia harus membuang apa yang tidak sejalan dengan corporate philosophy dan setia mencapai nilai budaya tersebut dalam semua aspek tugas dan di level apa pun.

Saya adalah aset bagi bangsa dan negara.

Di satu pihak, perusahaan ini ditujukan untuk menjadi harta kebanggaan bangsa dan negara. Di pihak lain, the people is the asset. Saat seorang menyadari dirinya sebagai the people of Astra yang adalah "aset yg berharga", maka ia akan memandang semua rekan kerja (di semua level) sebagai "sesama aset yg berharga" yang akan mengangkat paradigma di kepalanya untuk saling menghargai dan membina kerjasama. Luar biasa, insan Astra adalah ASET BAGI BANGSA & NEGARA! Suatu tujuan mulia dan luhur. Sebuah pencapaian terbaik dan persembahan terindah kepada bangsa dan negara.

Saya bersyukur saya bekerja di perusahaan yang memiliki nilai budaya / filosofi yang begitu luhur dan agung. To be an asset of the nation. Menjadi berkat bagi bangsa dan negara. Sasaran yang mulia yang membawa setiap insannya untuk mengarah kepada peningkatan nilai & mutu demi menjadi harta berharga bangsa & negara ini. Sebuah pengabdian yang penuh.




Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan memuliakan Dia selama-lamanya. Pendiri Astra mendirikan perusahaan ini agar kami menjadi aset yang berharga bagi bangsa dan negara.



Saturday, March 16, 2013

RULE #1 : JANGAN S/O/K

Rule no.1 dalam 9 prinsip hubungan antara sesama sebagaimana diajarkan dalam Dale Carnegie Training, adalah "JANGAN S.O.K" (baca: "Es"- "O" - "Ka"). S-O-K adalah singkatan dari Salahkan, Omeli & Kritik (orang lain).

Rule no.2 adalah selalu memberikan penghargaan kepada orang lain. Seperti mengalungkan karangan bunga untuk tamu istimewa

Rule no.3 adalah selalu menjunjung tinggi MOTIVASI orang lain.

Rule no.4 adalah memberikan PERHATIAN yang TULUS

Rule no.5 adalah SENYUM

Rule no.6 adalah MENGINGAT NAMA

Rule no.7 adalah Menjadi PENDENGAR yang baik

Rule no.8 adalah menjadi Pembicara yang baik.

Rule no. 9 adalah perlakukan orang seperti VIP. VIP itu seperti bayi dalam kandungan, yang selalu terlindung dan menjadi prioritas.

Sembilan Rule ini dibagikan oleh Drs. Widodo Gunawan, Msc. Dosen Luar Biasa di Kampus Universitas Kristen Satya Wacana, pada 12 tahun yang lalu dalam training 7 Habits.

Wednesday, March 13, 2013

Surjaya & His Best Service


Jaya atau Surjaya. Nama yang singkat. Beliau adalah seorang CMO (Credit Marketing Officer) TA Finance yang bertugas di kantor kami. Kerap saya memanggilnya dengan julukan "JOKOWI".. karena penampilannya yang kurus, kerempeng, murah senyum seperti Jokowi, Gubernur DKI.

Penampilannya biasa saja. Namun ada sesuatu yang berkesan bagi saya. Meski sederhana, beliau memiliki konsistensi yang luar biasa dalam bekerja, TERUTAMA dari segi pelayanannya yang sigap dan santun. Saya mengapresiasi cara bekerja Surjaya yang cekatan.

Contoh pertama, yang sering saya rasakan adalah dalam hal membalas BBM (Blackberry messenger). Ketika pagi-pagi atau bahkan malam saya menghubungi beliau via BBM, pasti direspons. Sekalipun tidak dapat merespons, beliau akan menyusulkan respons, atau menyampaikan bahwa "sesampai di kantor akan segera di email" atau "sesampai di rumah akan segera di email". Dan, memang beliau secara konsisten meng-email permintaan kami sesampainya di rumah atau di kantor.

Contoh kedua, dalam segi memproses data, Surjaya sangat mengalir dan bisa mengikuti keinginan konsumen. Dia tidak mempersoalkan small stuff tapi selalu berujar "Kalau bisa gampang, buat apa dipersulit".

Contoh ketiga, Jaya selalu tersenyum lebar sambil berkata "Oke Mas". Lalu dengan optimis mengerjakan hingga selesai. Meski tak luput dari kesalahan, namun dia mampu membuat orang secerewet diri saya memaafkan kekhilafannya (bila ada) dan tetap yakin dia mampu melakukan dengan tuntas dan baik.

Contoh keempat, Jaya tidak pernah mengeluh. Selama saya mengenal Surjaya, saya belum pernah mendengar dia mengeluhkan beban pekerjaan. Memang kalau sedang padat, dia akan mengatakan bahwa jadwalnya pada hari itu sudah terisi. Tapi dia belum pernah menolak order dengan alasan "sibuk".

Contoh kelima, dan juga adalah mental mendasar bagi semua sales: Jaya selalu mengejar order, siap sedia menghitung kredit, selalu ada untuk dihubungi & penuh solusi. Dia selalu kejar order dengan sungguh-sungguh. Mulai dari kesiapan untuk dihubungi dan menghitung kredit, memberi solusi & konsultasi pembiayaan, hingga validasi. Jaya sering berujar "Mas, mana ordernya nih?"

Contoh keenam, saya kira Jaya hampir selalu membawa laptop untuk menghitung kredit. Karena dengan cepat dia dapat membalas telp setelah dihubungi untuk mengkalkulasi angka-angka tertentu, bahkan di luar jam kerja. He is really "TAFS" (plesetan dari kata "tough").

Meski saya sudah menjadi salesman lebih dari 5 tahun, tetapi pengalaman yang saya dapat ketika dilayani oleh CMO yang sangat cekatan dan melayani sepenuh hati ini, membuat saya merasa malu. Saya malu ketika mungkin memperlakukan customer saya tidak lebih baik dari ketika sang CMO ini melayani kami. 

Congratulations for The Best Service of Surjaya!

(Inilah pelayanan yang terbaik yang perlu dimiliki oleh setiap CMO (& sales) ! Saya sangat bangga bisa menceritakan kembali pengalaman pembelajaran yang excellent dari sahabat saya ini)

- edited @ 21 March



Sunday, March 3, 2013

SUCCESS is a Value, But ...

Sukses adalah sebuah nilai (value) yang baik dan berharga.



Namun Sukses tanpa TUHAN adalah sia-sia.

Sukses yang diraih oleh kekuatan dan pemikiran serta kepandaian sendiri bukanlah Sukses yang sejati

True Success is Leaning on GOD, on His Everlasting Arms, listen to HIS voice & DO what He owe us to do.

Success is to TRUST IN THE LORD & Acknowledging Him all the way. (Amsal 3: 5-6)



Thursday, February 28, 2013

EVALUASI 2012 -2013

Puji Syukur kepada TUHAN yang telah membiarkan saya meningkatkan keberhasilan pada tahun 2012 dan memampukan saya achieve peringkat baru menjadi Senior Sales dan membuktikan bahwa ketika saya mengandalkan DIA di dalam hidup dan pekerjaan saya, DIA akan bekerja untuk meningkatkan kepercayaan orang lain dan perusahaan terhadap diri saya. Akibatnya, saya dipercaya dan mendapat kehormatan untuk mengikuti Pertemuan Wiraniaga Nasional. Semua pencapaian hanya boleh saya persembahkan kepada Tuhan Yesus yang telah menebus saya, menjadi anugerah dalam hidup saya, memberi saya hidup yang baru karena Kasih-NYA.

Saya bersyukur telah melewati tahun 2012 dalam dua semester dengan baik. Dimana dalam semester pertama, resolusi saya terpenuhi: yakni "mencapai sesuatu dalam pekerjaan ini". Pada Semester pertama saya mencapai rata2 penjualan 60% lebih tinggi dari tahun yang lalu. Namun setelah saya kaji ulang, pencapaian tersebut tidak cukup untuk menaikkan peringkat saya menjadi Senior. Maka pada Semester kedua, yakni Juli 2012, saya beritikad merubah diri saya untuk menjual jenis produk yang lebih besar poin-nya dan meningkatkan Cross Selling. Puji Tuhan, pada evaluasi semester ke-2 tahun 2012, saya meraih posisi poin yang over sehingga saya menembus peringkat menjadi senior sales & berkesempatan mencapai impian pribadi saya.

Pada tahun 2013, seperti yang sudah saya canangkan, saya harus mencapai satu tingkat yang lebih tinggi. Tingkat karier yang lebih tinggi dan sungguh-sungguh, dan dedikasi yang lebih dari sebelumnya. Saya harus meningkatkan diri menjadi PIC (person in charge) dan memiliki grup kecil yang bisa saya bina agar menjadi tim penjualan yang berhasil. Dalam waktu 1 tahun, alangkah percumanya bila terlewatkan begitu saja, tanpa pencapaian apa-apa. Puji Syukur kepada TUHAN. Saya percaya, Jika Tuhan menempatkan kita dalam suatu posisi dan melakukan sesuatu, sasaran tertinggiNYA adalah untuk berhasil dan memuliakan nama-NYA. Saya percaya bahwa TUHAN yang memberikan Anak-NYA menebus saya, adalah TUHAN yang mengangkat orang berdosa dari lumpur dan memberikan perubahan sejati sehingga saya, yang dulu adalah sales jelek tidak berprestasi dan tanpa tujuan, dapat mengangkat kepala saya oleh karena-NYA. Untuk memuliakan nama-NYA.

Thanks Lord Jesus, 

You are the real Owner of All Praises!

1 Maret 2013

Saturday, February 16, 2013

Ramos Bertanya




Cuplikan percakapan ini terjadi ketika pada hari Jumat sore, saya bertugas jaga pameran di Mal Kota Kasablanka, bersama dengan Junior saya yang adalah pendatang yg bersemangat dan rajin dari Kota Medan. Ramos namanya.

Ramos bertanya: "Pak Abdi, berapa persen kemungkinan kita mendapatkan prospek dari sebar brosur dan kanvasing?"

Lagi sambungnya: "Sebenarnya seberapa efektifkah kita melakukan kegiatan kunjungan, pameran, sebar brosus atau kanvasing?"

Mendengar pertanyaan itu. Saya menoleh lalu diam sesaat.

Lalu, saya berkata:

"Ramos, JANGAN PERNAH BERHARAP KITA DAPAT MENUAI SESUATU YANG TIDAK KITA TABUR"

Lalu saya lanjut berkata: "Saya tidak tahu berapa persentase kegagalan dan keberhasilan mendapatkan prospek dari cara-cara tersebut. Saya tidak pernah menghitung dan kita bekerja disini bukan untuk menjadi ahli statistik. Namun, lakukanlah dan taburlah terus."



------------------------------------------------------000-----------------------------------------------------


Saya sudah menghabiskan masa kerja 5 tahun di perusahaan Dealer Otomotif terbesar di Indonesia. Saya pernah mengalami masa SP3 dimana saya menerima surat pernyataan untuk diberhentikan karena prestasi yang tidak memuaskan. Tetapi saya telah melewati masa-masa tersebut dan saya berhasil.

Saya sudah membuktikan: APA YG KITA TABUR DI MASA SUKAR, AKAN KITA TUAI PADA MASA SENANG




Saya sudah mengalami masa dimana dalam sebulan, sama sekali tidak ada prospek baru yang mencari mobil. Tetapi telpon dan sms terus berdatangan mencari saya untuk membeli mobil. Dari mana datangnya mereka?

mereka menelpon dan bertanya "Apakah Bpk Abdi masih bekerja di Auto2000?"

Lalu pembicaraan berlanjut hingga deal. Bahkan saya pernah mendapatkan prospek & deal hanya karena saya berjalan-jalan di Mal dengan baju bertulis "TOYOTA".

JUSTRU DI SAAT KERING, MENABUR ITU PENTING :)

Selamat menabur dan menuai! Never Give Up!






Thursday, February 7, 2013

Thanks Lord Jesus for 2012 Achievements

1) You let me WON OVER Smoking: You break my sins so i may freely worship TRUE GOD
 

2) You gimme wisdom to achieve selling points equal to 100 units TOYOTA AVANZA in a year
 

3) You give me wisdom & raised me, so i have been trusted to promoted to be senior sales
 

4) I have been nominated to Attend PWN (Pertemuan Wiraniaga Nasional - National Sales Gathering)










"There is none of my strength, none of my wisdom."

Saya hanyalah orang berdosa yang dapat mengangkat wajah saya hanya oleh AnugrahNya. Dua tahun yang lalu, saya adalah seorang yang berada di ujung tanduk. Perubahan yang Dia kerjakan di dalam saya, membuat kepercayaan orang lain/atasan terhadap diri saya meningkat. Lambat laun, hal-hal yang baik datang kepada saya. 


Satu hal: Jika Anda berhasil, Anda harus selalu ingat SIAPA yg membuat Anda berhasil, mengakui SIAPA yang harus diakui. Memuji SIAPA yg harus & layak dipuji. Nama siapakah yang harus ditinggikan? There is none of my strength.. Only Our Lord to be Praised!

Saya tidak gila dan bodoh dan saya tidak malu mengakui bahwa: jika saya sukses, semua itu adalah HAK TUHAN YESUS untuk memuliakan NAMA-NYA di dalam hidup saya. Untuk menunjukkan bahwa SUKSES itu adalah MILIK-NYA, dan untuk NAMA-NYA & bagi kemuliaan-NYA.

Tuesday, February 5, 2013

Kisah Nyata Mr.WWN sang sales sukses!

Mr. WWN adalah salah seorang pimpinan yg saya kagumi. Beliau memiliki kisah mengesankan yg selalu saya ingat. Yakni kisah tentang bagaimana beliau, ketika masih menjabat sebagai sales junior, berhasil menerapkan ilmu training sales skills ke dalam kenyataan dan meraih keberhasilan! Ya! Keberhasilan yg signifikan dan sungguh-sungguh terjadi, sebagai bukti dari penerapan ilmu training. Hal ini berkesan bagi saya, karena sejujurnya seringkali materi training sales skills dianggap lalu oleh sebagian besar orang.

Yang juga saya salut dari kisah ini, adalah bahwa beliau sangat rendah hati dan merasa tidak memiliki keahlian mau pun kepintaran apa pun, yang membuat beliau bersedia diajar. Beliau bercerita bahwa beliau adalah pendatang dari daerah ke Jakarta. Dengan relasi yang terbatas, beliau mengakui bahwa ia tidak memiliki kepandaian mau pun latar keahlian apa pun di bidang penjualan. Hal ini mendorong Mr. WWN untuk "haus" terhadap setiap ilmu Basic Salesmanship Skills Training (BSST) yang dipaparkan.

Mister WWN bercerita, dengan tekun beliau menerapkan 7 Step of selling. Mulai dari Prospecting, Greeting, Qualifying, Presenting Solution, Negotiation, Deal dan Closing, secara sungguh-sungguh. Ketika ia menyadari bahwa prospek yang bisa menghasilkan closing hanya sedikit, Mister WWN benar-benar bersungguh-sungguh menerapkan metode Greeting secara masif dan berkomitmen. Layaknya sales sukses lain, Mister WWN benar-benar serius menargetkan diri SETIAP HARI untuk mendapatkan 12 prospek HOT. Mengagumkan, karena untuk mendapatkan 12 prospek HOT, tidak terhitung berapa banyak orang yang ia temui dan berapa besar penolakan yang ia terima. Dan beliau melakukannya SETIAP HARI. Sungguh komitmen yang luar biasa.

Satu hal yang mengagumkan adalah, beliau berhasil memecah target besar yang ia miliki ke dalam target mingguan dan target harian. Beliau dapat menetapkan angka 12 hot prospek untuk ditemui tiap hari berdasarkan perhitungan terhadap target besarnya. Beliau sungguh-sungguh mengevaluasi: untuk mendapatkan sebuah deal, minimal beliau memerlukan 12 prospek hot. Maka untuk menghasilkan penghasilan sebesar 10 juta per bulan, berdasarkan perhitungan Mr.WWN, ia harus mendapatkan 12 prospek hot sehari, sehingga dalam sebulan akan mampu menghasilkan 12 unit closing yang pada akhirnya memberikan penghasilan besar sesuai impiannya.

Tak terkira pula, ilmu training yang Mr.WWN terapkan dari training. Ilmu seperti RAMAH (Referensi, Apresiasi, Minat, Amati & Perhatikan) yang dengan rendah hati beliau terapkan menjadi bentuk basa-basi profesional seorang salesman. Kemudian ilmu kualifikasi SPIK (Situasional, Problematika, Implikasi, Kebutuhan). Kemudian juga ilmu "bantalan", mendengarkan, dll.

Berdasarkan penuturan Mr.WWN, saya simpulkan bahwa adalah hal-hal pokok dalam kisah kesuksesan Mr.WWN yang sangat teladan:

1. Sikap rendah hati untuk belajar (teachable heart). Beliau rendah hati. Beliau jelas mengakui keterbatasan dan ketidakmampuan dirinya. Beliau tidak sok pintar namun haus ilmu. Beliau tidak menganggap dirinya pintar.

2. Percaya (trust). Beliau tidak menganggap dirinya pandai, namun percaya sepenuhnya pada ilmu yang diajarkan dalam training.

3. Jalankan Sepenuh hati (Full hearted). Beliau menyerap, menerima, mengunyah ilmu training, dan menjalankannya. Setiap tahap dan bagian dengan sungguh-sungguh.

Buah keuletan Mr.WWN sangat cepat terlihat. Dalam 2 tahun 7 bulan saja, beliau berhasil menjadi Sales Supervisor. Ini terjadi karena beliau sangat fasih dalam membuat laporan. Betapa tidak? Setiap laporan yang ia buat adalah berdasarkan praktek lapangan yang setia pada materi training. Setiap laporannya merupakan aplikasi sehari-hari. Jadi beliau tidak merasa perlu membuat laporan yang mengada-ada, tidak seperti salesman kebanyakan. Maka ketika beliau berkesempatan mengikuti tes, beliau menjawab sesuai dengan aplikasi di lapangan.

Kisah sukses sejati yang sering saya dengar, saya saksikan sendiri dalam diri Mr.WWN. Kisah sukses saja tidak menggugah. Namun kisah sukses Mr.WWN yang tumbuh dari sikap "haus untuk diajar" dan "rendah hati menerima ketidaktahuan diri" adalah teladan yang indah. Mr. WWN berhasil mem-BUKTI-kan bahwa training itu sungguh-sungguh bermanfaat luar biasa. Sebuah teladan attitude yg berkesan!








Tuesday, January 22, 2013

YOU ARE THE PRO!

"Abdi, You are the pro!"

Cetus seorang prospek pada saya. Padahal prospek ini tidak deal dengan saya. Beliau deal dengan sales Toyota lain, yg kebetulan adalah teman baik istri sang prospek.

Dengan keheranan saya menjawab:

"Ah, kan saya gagal menjual pada bapak. Saya belum 'pro' lah Pak."

Sang prospek lalu menambahkan kata yg menggugah:

"Semangat melayani dan membantu orang lain, tanpa peduli hasil, itu adalah sikap profesional seorang salesman! Hasil yg jauh lebih besar akan datang dengan sendirinya, melalui jalur yang lain. Percayalah"


Lalu lanjutnya:

"Itu sudah hukum alam, yg penting kita melakukan sebaik mungkin, apa yg bisa kita lakukan untuk membantu orang lain. Excellent & Honest Services" itu bisa dirasakan prospect.


Akhir kata, sang prospek mengatakan puas dengan excellent service yang saya meski belum membeli. Beliau dan istrinya ingin sekali membeli Toyota pada saya.

Lalu Sang prospek yang juga berprofesi sebagai sales manager ini memberi support dengan kalimat ini:

"Do not focus on commission only, because that will limit your opportunity. Focus on the best services, and the money MUST come to you."


(Thanks Mr.YH, i really need this)

Tuesday, January 15, 2013

Trivial Question #1 "APAKAH AIRBAGS TETAP MENGEMBANG SAAT BENTURAN TERJADI TANPA MENGENAKAN SEAT BELT?

AIRBAGS TOYOTA RUSH S AUTOMATIC


Jawab:

Sistem Airbags, dikenal dengan istilah SRS AIRBAGS. SRS adalah kepanjangan dari "SUPPLEMENTAL RESTRAINT SYSTEM". Oleh karena itu sebagai sistem suplemental (pelengkap), maka Airbag dirancang untuk tidak mengembang apabila terjadi benturan JIKA sabuk pengaman (seat belt) tidak terkunci dengan benar.

Oleh karena itu KENAKANLAH SABUK PENGAMAN DENGAN BAIK & BENAR!

Friday, January 11, 2013

Jalani Saja

Saya teringat kira-kira 6 bulan pertama saya bekerja di perusahaan penjualan otomotif terkemuka di Indonesia, ketika seorang calon supervisor sharing kepada kami, anak didikannya. Ia adalah seorang sales yang sudah menjalani profesi ini sejak tahun 2003. Sewaktu masuk dan menemukan didikan atasan yang keras dan disiplin, senior saya ini mengucapkan kalimat yang sangat rendah hati:

"Yah sudah, saya jalani saja. Memang keadaannya begini."

Saya teringat, kata-kata tersebut hingga kini. Dan ketika saya merenungkan kembali, seringkali orang yang berada dalam kondisi/ situasi pressure, dan merespons dengan taat dan berkata : jalani saja. Biasanya orang tsb akan berhasil.

Dan terbukti. Senior saya ini telah berhasil menjadi seorang Penyelia yang memiliki peluang untuk menjadi pimpinan cabang. Jalani saja. Lewati saja. Semua akan terjadi pada waktunya.