Saturday, January 5, 2019

Bagaimana melakukan Kehendak Tuhan di dalam profesi sales?

Bagaimana melakukan Kehendak Tuhan di dalam profesi sales?

Roma 12:2 (TB)  Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Dapat membedakan mana kehendak Allah: apa yg baik, berkenan padaNya dan sempurna..

*Pertama, identifikasi praktek yg salah
*Kedua, susun praktek yg benar pisahkan dari yang salah
*Ketiga, lakukan apa yang benar dan tolak apa yang salah
*keempat, bergantung penuh pada Tuhan

Contoh:
1. Pertama identifikasi praktek sales yang salah:
- terhadap perusahaan, atasan dan customer:
-  kerja tidak sungguh-sungguh,
- suka curi waktu,
- manipulasi,
- berbohong,
- berhenti belajar
- melawan atasan
- tidak menghargai waktu
- datang terlambat/kedisiplinan

2. Susun praktek yang benar:
- kerja pada jam kerja,
- rajin
- gunakan akal dalam bekerja
- jujur
- mempersiapkan diri dengan baik,
- siap melayani
- meningkatkan skill
- melayani perusahaan, atasan, rekan kerja dan customer
- bertanggung jawab

3. Lakukan apa yang kita tahu benar, dengan segala resikonya, sebab kita berkomitmen mau menjadi wakil TUHAN dalam dunia pekerjaan, mau menyatakan dan memuliakan namaNya.

4. Bergantung kepada Tuhan dalam perkataan, ucapan, kesulitan yang dihadapi

Kadang-kadang saya menemui situasi sulit yang tidak semudah membalik telapak tangan. Dalam situasi seperti itu saya berdoa, saya mendoakan customer2 saya, saya mendoakan situasi yang saya hadapi, saya meminta hikmat dari Tuhan untuk menolong agar ucapan saya tepat ketika saya harus menjelaskan sesuatu yang penting didalam situasi yang sulit.

Melakukan kehendak Tuhan tidak mudah, tetapi Tuhan Yesus meyakinkan bahwa kita tidak perlu kuatir akan hidup kita, jika kita mencari dahulu kerajaan-Nya (mengutamakan TUHAN dalam keputusan2 dalam lika-liku pekerjaan) sebab Tuhan mengetahui apa yang kita perlukan.

Matius 6:31-33 (TB)  Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

https://alkitab.app/v/d9cc766e2d5c

Semoga tulisan singkat ini menjadi dorongan motivasi kita untuk belajar memuliakan Tuhan

Sunday, October 1, 2017

Gegar otak, Gegar hati

2 hari setelah baca buku Counterfeit Gods, yang membongkar janji2 kosong dari uang, seks dan kekuasaan, serta berhala2 palsu dari Timothy Keller

Saya mengalami gegar otak & gegar hati. Bukan gegar secara fisik. Namun kepala dan hati ini terasa tidak konek. Alhasil, saya sulit untuk menjalankan pekerjaan sebagaimana biasa saya lakukan.

Bahan bakar yang sering saya pakai dalam memotivasi saya dalam bekerja sebagai marketing di perusahaan otomotif, seringkali saya ambil dari motivator2 terkenal.

Motivator2 itu berbicara tentang hal2 yang baik.  Namun atas karunia Tuhan, saya dapat mengerti bahwa motivasi2 yang baik itu, sebenarnya berpusat kepada diri saya dan untuk kemuliaan saya.

Tidak ada Tuhan di dalam pekerjaan saya, jika sayalah yang menjadi ilah yang saya sembah. Tidak ada kerajaan Tuhan, jika semua hal2 baik yang saya agungkan dalam perkerjaan adalah untuk rencana saya semata, untuk memuaskan cita2 saya.

Saya hidup untuk diri saya. Itulah yang membuat kita merasa Tuhan tidak ada. Karena kita menaruh diri kita di singgasana hati yang seharusnya menjadi tempat Tuhan bersemayam.

Alkitab berkata bahwa jika kita mengasihi dunia dan segala yang ada di dalamnya, maka kasih akan Bapa tidak akan ada dalam kita. Dan dunia ini sedang lenyap beserta segala keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah, akan hidup selama-lamanya.

Karena gegar otak dan hati ini, saya kembali diingatkan, bahwa hidup saya di dunia ini adalah untuk menjalankan pekerjaan yang Tuhan kehendaki untuk saya kerjakan, bukan untuk melayani kehendak diri saya sendiri.

Kini di antara pecahan otak dan hati saya, saya bergumul untuk kembali taat menyusun fragmen2 dalam hidup saya agar semua hanya didasarkan dan untuk melayani kehendakNya saja.

Bahkan jika untuk melakukan kehendak-Nya, saya harus melangkah menjauh dari kemahsyuran, tidak menjadi makmur, tidak berkarir, tidak punya tempat tinggal tetap, menjadi orang yang menjadi berkat bagi masyarakat yang lebih luas, dan taat melaksanakan apapun yang Tuanku mau, maka seharusnya saya taat.

Mudah dikata, sukar dipahami, penuh tanda tanya, serasa gila, drastis, ekstrim..

Tetapi mungkin inilah satu2nya jalan agar saya dapat kembali mengalami kasih mula-mula itu, yang pernah saya alami, dimana semua yang saya inginkan hanya Dia saja.

Wednesday, July 5, 2017

Learning from The TOP with Iskandar Gandawinata : Never say too old to learn

Never say too old to learn.
There are many older senior who work harder than you do.

Saya berkesempatan sharing dengan Pak Iskandar Gandawinata, usia beliau sudah tidak muda, tapi beliau adalah Sales Legend Toyota Indonesia bahkan dunia, dengan rekor penjualan retail lebih dari 20,000 unit.

Mungkin ada orang yang excuse dengan usia, entah alasannya sudah kepala 3, kepala 4, dst. Namun Pak Iskandar ini sudah kepala 6, dan beliau tetap semangat, optimis, terus menantang diri untuk tidak pernah puas.

Hayo. Apakah excuse-mu kawan? Usia? Fisik? Latar belakang ekonomi? Never say too old to learn, while there are plenty of older senior who still work harder than you do.

Many appreciate :)

Sunday, July 2, 2017

Pelajaran Kepemimpinan (1): TAKE & GIVE

Pelajaran dari Presiden Joko Widodo, yg berhasil meraih komitmen OPM (Organisasi Papua Merdeka) untuk NKRI, dengan menurunkan harga BBM dan membangun jalan tol.

Apa kunci keberhasilan ini?
He definitely takes what he gives.

Demikian juga, hubungan team leader dan sales, hubungan tersebut kudu TAKE & GIVE.

Misal seorang PIC atau Sales Leader ingin timnya maju, atau sales ingin customer repeat dan referensi, dia tidak bisa cuma TAKE terus tapi juga harus GIVE.

Sebab benar pepatah "the more you give, the more you take" (dan juga benar pepatah "you pay peanut, you get monkey")

Take and give perlu imbang. Dan setiap ada janji, sekecil apapun harus dipenuhi, meski rugi. Karena itu yg jadi pegangan tim.. seluruh tim tertuju pada anda..

Mendadak menggurui hehe

Wednesday, February 1, 2017

Menggumulkan KEPEMIMPINAN

Hati saya berkata: "Tidak ada kepemimpinan, yang tidak berasal dari TUHAN"

Kitab suci, yang saya percayai mengatakan "Tidak ada pemerintahan yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah."

Injil Lukas, menuliskan kata-kata Yesus yang berkata: ".. yang terbesar di antara kamu hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan pemimpin sebagai PELAYAN."

Jikalau saya, atau siapapun, yang pada detik ini, diberikan kepercayaan untuk menjadi pemimpin, sekecil apa pun jabatan tersebut, itu adalah AMANAH.

Tuhan, di dalam kedaulatanNYA mengijinkan saya menjadi pemimpin. Walau pemimpin kecil, bukan struktural. Hanya PIC. Kepemimpinan yang saya yakini ditetapkan oleh Tuhan, sekecil dan sebesar apapun itu, adalah tanggung jawab kepada Tuhan.

Ada aspek tanggung jawab, di dalam amanah tersebut. Ada ide-ide yang harus digumulkan. Ada order yang harus diikuti alurnya. Pemimpin harus mau dipimpin.. Jika seorang berani memimpin, dia harus berani menyerahkan dirinya kepada OKNUM yang sesungguh2nya paling berwewenang dalam memimpinmu bahkan memimpin hidupmu, dialah TUHAN.

Pemimpin harus MAU DIPIMPIN oleh Tuhan, the supreme leader. Saya percaya, dari situlah baru seorang dapat memimpin. Dan, tanpa itu, tidak ada kebenaran. Saya harus meletakkan segala keangkuhan saya, dan merendahkan diri saya dihadapan TUHAN, pemilik waktu dan hidup saya. Dialah yang layak menerima segala puji dan hormat.

Saya harus bertanggung jawab kepada semua orang yang dipercayakan pada saya, pribadi lepas pribadi. Saya harus ingat, orang-orang ini, pribadi-pribadi ini, mereka satu-per satu berharga di mata Tuhan. Tuhan menghargai hidup, keluarga, ekonomi, status sosial, pergumulan mereka masing-masing.

Tuhan pula yang memberi mereka kesempatan bekerja, kesempatan berprofesi sebagai sales. Tuhan pula yang memberi saya kesempatan dan jalan kepada saya melalui pekerjaan sebagai sales. Tuhan yang mengaruniakan waktu kepada kami, para sales, untuk menikmati dan mensyukuri segala kebaikanNya, yang disampaikan lewat WAKTU dan UANG yang kami olah dan hasilkan.

Tuhan memberi kami TALENTA berupa waktu, tenaga, pengalaman, kesulitan, pergumulan, tantangan, atasan dengan berbagai karakter, kebijakan perusahaan, pikiran untuk menangkap kontroversi, hati untuk mempertimbangkan etika dalam bekerja. Semua adalah anugrah.

Saya tidak boleh memperlakukan teman-teman ini dengan sesuka hati saya. Mereka adalah kepercayaan kepada saya, agar mereka menjadi berkembang, sukses, maju, bertambah ilmu, mampu bekerja benar, mampu memiliki SIKAP YANG BENAR dalam bekerja.

Saya harus, menularkan SIKAP terhadap pekerjaan dengan benar. Tidak asal-asalan. Saya harus menularkan Sikap hidup saya. Saya harus melakukan dan menjadi teladan. Saya harus melakukan dan menunjukkan caranya.

Maka tugas kepemimpinan ini, semestinya membuat saya gentar. Semestinya, dalam kepemimpinan, dalam kegentaran ini, sandaran saya hanya TUHAN. Dari pijakan inilah, sikap kepemimpinan saya harus dibangun. Permulaan hikmat, seperti kata Salomo, adalah takut akan TUHAN.

Dalam kitab keluaran pasal 18 ayat 21, Tuhan meminta Musa memilih pemimpin-pemimpin yang wajib memiliki kriteria sebagai berikut:
1. Dicari dari seluruh bangsa yang keluar bersama-sama Musa (note: jumlah bangsa israel yg keluar dari Mesir adalah 2 juta orang)
2. Orang-orang yang cakap
3. Takut akan Allah
4. benci kepada pengejaran/ tidak terima suap

Ini adalah kriteria kepemimpinan yang Tuhan inginkan, dengan kondisi dimana Musa harus mencari orang-orang yang masuk di kriteria tersebut ditengah 2 juta orang. Dimana, pemimpin-pemimpin tersebut dicari untuk memimpin 10, 100 dan 1000 orang, sebagaimana saran dari pakar manajemen pertama di dunia, Yitro sekaligus mertua Musa.

Melalui pengalaman yang sudah lewat, dalam evaluasi saya, rasanya saya bukan pemimpin yang berhasil dan bukan pemimpin yang lancar.

Saya perlu memperbaiki hal-hal dasar. Dulu sebelum memimpin, saya merasa sombong dan mengira diri saya bisa. Tapi setelah berjalan 1,5 tahun, kebodohan-kebodohan saya muncul ke permukaan. Ternyata SAYA BELUM BISA MEMIMPIN DENGAN BENAR.

Saya bersyukur akhirnya, ada cara mengungkapkan kebodohan-kebodohan saya. Namun saya menyesalkan, mengapa terlambat sekali munculnya.

Saya harus menyusun ulang kepemimpinan, atau pengaruh (dalam definisi John C. Maxwell) ini, dengan strategi:

1. Menekankan bahwa: SIKAP dalam bekerja adalah dasar dari semua prestasi. Attitude yang benar, adalah bahan bakar keberhasilan. Attitude/ SIKAP adalah cara pandang seseorang terhadap hidup.

Dari pengalaman yang Tuhan anugrahkan kepada saya, yang dari seorang sales malas tidak punya tujuan hidup ini, SIKAP yang benar dalam bekerja ditumbuhkan, ketika saya bisa melihat dan mensyukuri kesempatan dan anugrah yang Tuhan berikan selama ini. Dimulai dari bersyukur.

Bersyukur untuk pekerjaan. Bersykur untuk gaji. Bersyukur untuk bos yang galak. Bersyukur untuk rule SOP yang ketat. Bersyukur untuk stres. BERSYUKUR KARENA DALAM SEGALA SESUATU, TUHAN BEKERJA UNTUK KEBAIKAN KITA.

Tuhan bukan Tuhan yang tinggal diam. Tuhan adalah TUHAN YANG PEDULI terhadap hidup kita. Sehelai saja rambut jatuh, Dia tahu.

Karena Tuhan peduli dengan hidup kita, TUHAN MENGGUNAKAN SEGALA SARANA untuk MENEGUR KITA. Dia memakai bos kita yang galak. Dia memakai kondisi penjualan yang sulit. Dia memakai kebiasaan buruk kita, yang ingin kita buang tapi tidak pernah berhasil. Dia memakai orang-orang terdekat, orang tua, istri, anak, untuk mengingatkan kita.

Tuhan mengasihi kita, melalui berbagai cara. Bodohlah jika kita tidak mendengar dan menafikan peringatanNYA. Tugas saya, sebagai pemimpin, adalah menjadi SAHABAT untuk mengingatkan suara-suara Tuhan yang selalu disuarakan kepada teman-teman ini, agar mereka sadar, melihat dengan jelas bahwa Tuhan itu baik, selalu memberi kesempatan, namun jika mereka tidak bertobat, resiko sudah menanti.

2. Membawa pribadi dan nama-nama mereka satu persatu dalam DOA. Ketika saya tidak mampu mengasihi seseorang, melalui DOA, melalui mengucapkan nama orang tersebut kepada Bapa saya di Surga, disitulah saya dimampukan mengasihi orang tersebut. Dari situlah, Tuhan membuka hati saya untuk care kepada orang tersebut.

3. Minta tolong pada TUHAN, untuk memberi saya hati seorang pelayan, yang peduli. Mau mengasihi, rela berkorban. Minta tolong kekuatan menjadi teladan. Minta tolong agar berhasil menularkan SIKAP yang benar dalam memandang hidup dan pekerjaan.


Saturday, September 5, 2015

BERSYUKUR SEPTEMBER 2015

Bersyukur kepada TUHAN untuk

1. bisa punya Smartphone murah bisa untuk kerja harga dibawah 1,5 juta, batre tahan seharian, kamera kualitas bagus, sudah android, mampu membayarnya cash :)

2. bisa nyicil motor baru, dengan mesin dan tenaga lebih besar tapi lebih irit, suspensi nyaman sekali ketimbang REVO tua yang lama, Terus penyimpanan dibawah joknya besar sekali, sampai bisa simpan laptop dengan baik. Terima kasih Tuhan.

3. sejak setahun lalu, sudah bisa menempati hunian baru. Walau hanya seukuran 28 m2, tetapi serasa puas karena:
1. Tidak perlu lagi kontrak sana-sini,
2. Masih diberkati untuk bisa mencicilnya walau masih perlu 13 tahun lagi,
3. Semua serba ada: jogging track, kolam renang, saluran tv yg langsung sambung parabola (hemat ongkos tv kabel)
4. Biaya listrik & air relatif murah: sekitar 500-600 ribu / bulan (dibanding dengan rata2 di tempat lain bisa sejutaan)
5. Ada parkir motor basement, aman dan tidak kena panas
6. Kecil tapi semua yg diperlukan ada, tersedia, sehingga belum pernah bosan

4. Saya punya WIFI Boltz yang walau mahal bayarnya, tapi mumpuni karena sinyal HP di rumah jelek

5. waktu banjir besar bulan Februari 2015 lalu, sama sekali bebas banjir

6. Jarak tempat tinggal ke tempat kerja: 20 menit saja, bisa bangun siang. Istirahat cukup puas.

7. Jarak tempat tinggal ke rumah Ibadah: 25 menit saja

8. Masih bisa BAYAR PERPULUHAN, masih diberkati Tuhan untuk berani menyisihkan sepersepuluh penghasilan supaya hidup ini memiliki bagian dalam kerajaan-NYA.

9. Masih ada Pembimbing KTB yang mau KTB setiap minggu sekali diluar gereja dan diluar pekerjaan.

10. Bekerja di ASTRIDO TOYOTA, no stress, no overloaded pressure. Just Smile

11. Sejak bergabung di Astrido, sangat berlimpah nilai plus: Administrasi yang sangat koperatif, cepat, lugas, mudah, komunikatif, terbuka. Sehingga masalah tidak pernah jadi besar, selalu terselesaikan dengan memuaskan

12. Memiliki teman-teman kantor yang saling mendukung, suka ketawa, dan bos-bos yg hobi ketawa. kreatif, menantang, sabar, tidak dendaman, sehingga tidak pernah stres meeting pagi. GAK PERNAH DIKERAMAS.. hehe

13. Pulang kantor bisa lebih pagi, tidak ada senioritas yang menekan, yang mengharuskan jadwal pulang karyawan menanti bos pulang....

14... and so on.. tar nyambung lagi.

Monday, April 13, 2015

JAMES GWEE SALES TIPS: BIKIN JANJI VIA TELEPON

Bikin Janji via Telepon

Salah satu rintangan terbesar seorang sales adalah berusaha memperoleh kesepakatan untuk bertemu dengan pelanggan potensial. Menurut saya, menelpon pelanggan potensial untuk mengadakan janji temu adalah satu tahap yang sangat kurang dipersiapkan dalam proses jual-menjual. Banyak sales menghabiskan waktu untuk menyiapkan cara bagaimana menyapa pelanggan saat berjumpa, bagaimana membuka sebuah perbincangan, dan sebagainya. Namun persiapan itu hanya berlaku ketika sales mendapatkan janji temu dengan pelanggan. Banyak sales yang kesulitan di titik ini.

Tidak semua tips berikut akan sesuai dengan jenis bisnis Anda. Anda harus memilih mana yang cocok lalu mencobanya. Anda tidak akan langsung berhasil, teruslah mencoba hingga Anda merasa nyaman. Ketika Anda terdengar nyaman dan percaya diri ketika membuat janji lewat telepon, pelanggan akan tergerak untuk mendengar Anda dan bertindak sesuai anjuran Anda.

1. Ingat peraturan emas ini : Anda sedang menjual janji, jangan dulu menjelaskan produk/jasa Anda di telepon. Jual janji Anda.

2. Sadarilah bahwa pelanggan selalu terganggu ketika Anda menelpon mereka. Ia mungkin sedang rapat, atau malah sedang beristirahat. Wajar jika sang pelanggan tidak berselera untuk berbicara dengan Anda.

3. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan bahwa Anda menelpon pelanggan pada waktu ia jarang diganggu. Kapan itu? Semua bergantung pada profesi dan posisi orang yang Anda telepon. Bagi banyak orang, Senin adalah yang terburuk karena merupakan waktu yang paling sibuk. Jadi Anda harus mencari tahu atau gunakan akal sehat untuk mengetahui waktu terbaik/terburuk pelanggan. Jika tidak, ia tidak akan senang menerima panggilan Anda.

4. Anda tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan kepada pelanggan mengenai sejarah perusahaan Anda. Kalimat pertama Anda perlu menangkap perhatiannya. ”Selamat pagi, Pak Anton? Nama saya Eric dan saya dari Business Systems.

Saya sering bekerja sama dengan Ibu Susan dari PT Success dan beliau menyarankan bahwa saya dapat membantu bapak dengan cara yang sama. Saya dengar bisnis Anda baru saja membuka cabang di ...... Saya hanya ingin menghubungi bapak, memperkenalkan diri, dan memberi informasi bagaimana kita membantu bisnis Ibu Susan untuk bertumbuh 55% hanya di dalam 9 bulan pertama.

Adakah waktu lowong sehingga kita dapat berbincang-bincang? Saya hanya membutuhkan 15-20 menit Anda. Dari sekarang (Maret) sampai akhir Mei, adakah waktu yang baik untuk kita berbincang-bincang selama 15-20 menit sambil minum kopi? Anda boleh memilih tempatnya, dan saya yang traktir...”


Perhatikan ide di atas:

• “Informasi bagaimana kita membantu bisnis Ibu Susan untuk bertumbuh 55% hanya dalam 9 bulan pertama.” Itulah keuntungannya.

• Bertemu untuk ”berbincang-bincang.” Tidak untuk menjelaskan, memberi presentasi yang formal. Istilah ”berbicang-bincang” aman. Dan menambahkan atmosfer yang santai...sambil minum kopi.

• “Selama 15-20 menit.” Tidak menuntut banyak waktu.

• “Dari sekarang (Maret) sampai akhir Mei”—tiga bulan! Siapa di dunia ini dengan jujur mengatakan dia sama sekali tidak punya waktu hanya 15 menit dari sekarang sampai tiga bulan mendatang! Mustahil untuk mengatakan ”tidak punya waktu”!

• “Anda boleh memilih tempatnya, dan saya yang traktir...”—Buatlah pelanggan sedikit terhibur dengan sedikit tawa (tawa biasa menjadi tanda persetujuan).

5. Sekali lagi jangan menjelaskan produk Anda melalui telepon. Fokuskan tanggal/waktu perjanjian dan tetap bersikap santai.

6. Ingatlah Anda sedang menjual perjanjiannya.

7. Anda tidak bisa menjelaskan penolakan lewat telepon. Jika pelanggan mengatakan “itu terlalu mahal.” Katakan “Soal itulah yang sebenarnya saya ingin berbincang-bincang dengan Anda...”

8. Jangan mengirim surat apa pun! Setelah mereka memperoleh informasi, mereka telah mendapat apa yang mereka inginkan dan mereka tidak perlu bertemu dengan Anda!

9. Catat segala hal yang dikatakan oleh sang pelanggan, sehingga Anda dapat kembali melihat dialog yang telah Anda lakukan untuk mencari tahu beberapa perhatian yang tersembunyi, kata-kata penting yang telah dia katakan, dsb.

10. Setiap petunjuk baru perlu diperhatikan dan teruslah berhubungan!

11. Selalu berpikiran positif

Sumber: http://www.ebahana.com/warta-3528-Bikin-Janji-via-Telepon.html