Puji Syukur kepada TUHAN yang telah membiarkan saya meningkatkan keberhasilan pada tahun 2012 dan memampukan saya achieve peringkat baru menjadi Senior Sales dan membuktikan bahwa ketika saya mengandalkan DIA di dalam hidup dan pekerjaan saya, DIA akan bekerja untuk meningkatkan kepercayaan orang lain dan perusahaan terhadap diri saya. Akibatnya, saya dipercaya dan mendapat kehormatan untuk mengikuti Pertemuan Wiraniaga Nasional. Semua pencapaian hanya boleh saya persembahkan kepada Tuhan Yesus yang telah menebus saya, menjadi anugerah dalam hidup saya, memberi saya hidup yang baru karena Kasih-NYA.
Saya bersyukur telah melewati tahun 2012 dalam dua semester dengan baik. Dimana dalam semester pertama, resolusi saya terpenuhi: yakni "mencapai sesuatu dalam pekerjaan ini". Pada Semester pertama saya mencapai rata2 penjualan 60% lebih tinggi dari tahun yang lalu. Namun setelah saya kaji ulang, pencapaian tersebut tidak cukup untuk menaikkan peringkat saya menjadi Senior. Maka pada Semester kedua, yakni Juli 2012, saya beritikad merubah diri saya untuk menjual jenis produk yang lebih besar poin-nya dan meningkatkan Cross Selling. Puji Tuhan, pada evaluasi semester ke-2 tahun 2012, saya meraih posisi poin yang over sehingga saya menembus peringkat menjadi senior sales & berkesempatan mencapai impian pribadi saya.
Pada tahun 2013, seperti yang sudah saya canangkan, saya harus mencapai satu tingkat yang lebih tinggi. Tingkat karier yang lebih tinggi dan sungguh-sungguh, dan dedikasi yang lebih dari sebelumnya. Saya harus meningkatkan diri menjadi PIC (person in charge) dan memiliki grup kecil yang bisa saya bina agar menjadi tim penjualan yang berhasil. Dalam waktu 1 tahun, alangkah percumanya bila terlewatkan begitu saja, tanpa pencapaian apa-apa. Puji Syukur kepada TUHAN. Saya percaya, Jika Tuhan menempatkan kita dalam suatu posisi dan melakukan sesuatu, sasaran tertinggiNYA adalah untuk berhasil dan memuliakan nama-NYA. Saya percaya bahwa TUHAN yang memberikan Anak-NYA menebus saya, adalah TUHAN yang mengangkat orang berdosa dari lumpur dan memberikan perubahan sejati sehingga saya, yang dulu adalah sales jelek tidak berprestasi dan tanpa tujuan, dapat mengangkat kepala saya oleh karena-NYA. Untuk memuliakan nama-NYA.
Thanks Lord Jesus,
You are the real Owner of All Praises!
1 Maret 2013
Thursday, February 28, 2013
Saturday, February 16, 2013
Ramos Bertanya
Cuplikan percakapan ini terjadi ketika pada hari Jumat sore, saya bertugas jaga pameran di Mal Kota Kasablanka, bersama dengan Junior saya yang adalah pendatang yg bersemangat dan rajin dari Kota Medan. Ramos namanya.
Ramos bertanya: "Pak Abdi, berapa persen kemungkinan kita mendapatkan prospek dari sebar brosur dan kanvasing?"
Lagi sambungnya: "Sebenarnya seberapa efektifkah kita melakukan kegiatan kunjungan, pameran, sebar brosus atau kanvasing?"
Mendengar pertanyaan itu. Saya menoleh lalu diam sesaat.
Lalu, saya berkata:
"Ramos, JANGAN PERNAH BERHARAP KITA DAPAT MENUAI SESUATU YANG TIDAK KITA TABUR"
Lalu saya lanjut berkata: "Saya tidak tahu berapa persentase kegagalan dan keberhasilan mendapatkan prospek dari cara-cara tersebut. Saya tidak pernah menghitung dan kita bekerja disini bukan untuk menjadi ahli statistik. Namun, lakukanlah dan taburlah terus."
------------------------------------------------------000-----------------------------------------------------
Saya sudah menghabiskan masa kerja 5 tahun di perusahaan Dealer Otomotif terbesar di Indonesia. Saya pernah mengalami masa SP3 dimana saya menerima surat pernyataan untuk diberhentikan karena prestasi yang tidak memuaskan. Tetapi saya telah melewati masa-masa tersebut dan saya berhasil.
Saya sudah membuktikan: APA YG KITA TABUR DI MASA SUKAR, AKAN KITA TUAI PADA MASA SENANG
Saya sudah mengalami masa dimana dalam sebulan, sama sekali tidak ada prospek baru yang mencari mobil. Tetapi telpon dan sms terus berdatangan mencari saya untuk membeli mobil. Dari mana datangnya mereka?
mereka menelpon dan bertanya "Apakah Bpk Abdi masih bekerja di Auto2000?"
Lalu pembicaraan berlanjut hingga deal. Bahkan saya pernah mendapatkan prospek & deal hanya karena saya berjalan-jalan di Mal dengan baju bertulis "TOYOTA".
JUSTRU DI SAAT KERING, MENABUR ITU PENTING :)
Selamat menabur dan menuai! Never Give Up!
Thursday, February 7, 2013
Thanks Lord Jesus for 2012 Achievements
2) You gimme wisdom to achieve selling points equal to 100 units TOYOTA AVANZA in a year
3) You give me wisdom & raised me, so i have been trusted to promoted to be senior sales
4) I have been nominated to Attend PWN (Pertemuan Wiraniaga Nasional - National Sales Gathering)
"There is none of my strength, none of my wisdom."
Saya hanyalah orang berdosa yang dapat mengangkat wajah saya hanya oleh AnugrahNya. Dua tahun yang lalu, saya adalah seorang yang berada di ujung tanduk. Perubahan yang Dia kerjakan di dalam saya, membuat kepercayaan orang lain/atasan terhadap diri saya meningkat. Lambat laun, hal-hal yang baik datang kepada saya.
Satu hal: Jika Anda berhasil, Anda harus selalu ingat SIAPA yg membuat Anda berhasil, mengakui SIAPA yang harus diakui. Memuji SIAPA yg harus & layak dipuji. Nama siapakah yang harus ditinggikan? There is none of my strength.. Only Our Lord to be Praised!
Saya tidak gila dan bodoh dan saya tidak malu mengakui bahwa: jika saya sukses, semua itu adalah HAK TUHAN YESUS untuk memuliakan NAMA-NYA di dalam hidup saya. Untuk menunjukkan bahwa SUKSES itu adalah MILIK-NYA, dan untuk NAMA-NYA & bagi kemuliaan-NYA.
Tuesday, February 5, 2013
Kisah Nyata Mr.WWN sang sales sukses!
Mr. WWN adalah salah seorang pimpinan yg saya kagumi. Beliau memiliki kisah mengesankan yg selalu saya ingat. Yakni kisah tentang bagaimana beliau, ketika masih menjabat sebagai sales junior, berhasil menerapkan ilmu training sales skills ke dalam kenyataan dan meraih keberhasilan! Ya! Keberhasilan yg signifikan dan sungguh-sungguh terjadi, sebagai bukti dari penerapan ilmu training. Hal ini berkesan bagi saya, karena sejujurnya seringkali materi training sales skills dianggap lalu oleh sebagian besar orang.
Yang juga saya salut dari kisah ini, adalah bahwa beliau sangat rendah hati dan merasa tidak memiliki keahlian mau pun kepintaran apa pun, yang membuat beliau bersedia diajar. Beliau bercerita bahwa beliau adalah pendatang dari daerah ke Jakarta. Dengan relasi yang terbatas, beliau mengakui bahwa ia tidak memiliki kepandaian mau pun latar keahlian apa pun di bidang penjualan. Hal ini mendorong Mr. WWN untuk "haus" terhadap setiap ilmu Basic Salesmanship Skills Training (BSST) yang dipaparkan.
Mister WWN bercerita, dengan tekun beliau menerapkan 7 Step of selling. Mulai dari Prospecting, Greeting, Qualifying, Presenting Solution, Negotiation, Deal dan Closing, secara sungguh-sungguh. Ketika ia menyadari bahwa prospek yang bisa menghasilkan closing hanya sedikit, Mister WWN benar-benar bersungguh-sungguh menerapkan metode Greeting secara masif dan berkomitmen. Layaknya sales sukses lain, Mister WWN benar-benar serius menargetkan diri SETIAP HARI untuk mendapatkan 12 prospek HOT. Mengagumkan, karena untuk mendapatkan 12 prospek HOT, tidak terhitung berapa banyak orang yang ia temui dan berapa besar penolakan yang ia terima. Dan beliau melakukannya SETIAP HARI. Sungguh komitmen yang luar biasa.
Satu hal yang mengagumkan adalah, beliau berhasil memecah target besar yang ia miliki ke dalam target mingguan dan target harian. Beliau dapat menetapkan angka 12 hot prospek untuk ditemui tiap hari berdasarkan perhitungan terhadap target besarnya. Beliau sungguh-sungguh mengevaluasi: untuk mendapatkan sebuah deal, minimal beliau memerlukan 12 prospek hot. Maka untuk menghasilkan penghasilan sebesar 10 juta per bulan, berdasarkan perhitungan Mr.WWN, ia harus mendapatkan 12 prospek hot sehari, sehingga dalam sebulan akan mampu menghasilkan 12 unit closing yang pada akhirnya memberikan penghasilan besar sesuai impiannya.
Tak terkira pula, ilmu training yang Mr.WWN terapkan dari training. Ilmu seperti RAMAH (Referensi, Apresiasi, Minat, Amati & Perhatikan) yang dengan rendah hati beliau terapkan menjadi bentuk basa-basi profesional seorang salesman. Kemudian ilmu kualifikasi SPIK (Situasional, Problematika, Implikasi, Kebutuhan). Kemudian juga ilmu "bantalan", mendengarkan, dll.
Berdasarkan penuturan Mr.WWN, saya simpulkan bahwa adalah hal-hal pokok dalam kisah kesuksesan Mr.WWN yang sangat teladan:
1. Sikap rendah hati untuk belajar (teachable heart). Beliau rendah hati. Beliau jelas mengakui keterbatasan dan ketidakmampuan dirinya. Beliau tidak sok pintar namun haus ilmu. Beliau tidak menganggap dirinya pintar.
2. Percaya (trust). Beliau tidak menganggap dirinya pandai, namun percaya sepenuhnya pada ilmu yang diajarkan dalam training.
3. Jalankan Sepenuh hati (Full hearted). Beliau menyerap, menerima, mengunyah ilmu training, dan menjalankannya. Setiap tahap dan bagian dengan sungguh-sungguh.
Buah keuletan Mr.WWN sangat cepat terlihat. Dalam 2 tahun 7 bulan saja, beliau berhasil menjadi Sales Supervisor. Ini terjadi karena beliau sangat fasih dalam membuat laporan. Betapa tidak? Setiap laporan yang ia buat adalah berdasarkan praktek lapangan yang setia pada materi training. Setiap laporannya merupakan aplikasi sehari-hari. Jadi beliau tidak merasa perlu membuat laporan yang mengada-ada, tidak seperti salesman kebanyakan. Maka ketika beliau berkesempatan mengikuti tes, beliau menjawab sesuai dengan aplikasi di lapangan.
Kisah sukses sejati yang sering saya dengar, saya saksikan sendiri dalam diri Mr.WWN. Kisah sukses saja tidak menggugah. Namun kisah sukses Mr.WWN yang tumbuh dari sikap "haus untuk diajar" dan "rendah hati menerima ketidaktahuan diri" adalah teladan yang indah. Mr. WWN berhasil mem-BUKTI-kan bahwa training itu sungguh-sungguh bermanfaat luar biasa. Sebuah teladan attitude yg berkesan!
Yang juga saya salut dari kisah ini, adalah bahwa beliau sangat rendah hati dan merasa tidak memiliki keahlian mau pun kepintaran apa pun, yang membuat beliau bersedia diajar. Beliau bercerita bahwa beliau adalah pendatang dari daerah ke Jakarta. Dengan relasi yang terbatas, beliau mengakui bahwa ia tidak memiliki kepandaian mau pun latar keahlian apa pun di bidang penjualan. Hal ini mendorong Mr. WWN untuk "haus" terhadap setiap ilmu Basic Salesmanship Skills Training (BSST) yang dipaparkan.
Mister WWN bercerita, dengan tekun beliau menerapkan 7 Step of selling. Mulai dari Prospecting, Greeting, Qualifying, Presenting Solution, Negotiation, Deal dan Closing, secara sungguh-sungguh. Ketika ia menyadari bahwa prospek yang bisa menghasilkan closing hanya sedikit, Mister WWN benar-benar bersungguh-sungguh menerapkan metode Greeting secara masif dan berkomitmen. Layaknya sales sukses lain, Mister WWN benar-benar serius menargetkan diri SETIAP HARI untuk mendapatkan 12 prospek HOT. Mengagumkan, karena untuk mendapatkan 12 prospek HOT, tidak terhitung berapa banyak orang yang ia temui dan berapa besar penolakan yang ia terima. Dan beliau melakukannya SETIAP HARI. Sungguh komitmen yang luar biasa.
Satu hal yang mengagumkan adalah, beliau berhasil memecah target besar yang ia miliki ke dalam target mingguan dan target harian. Beliau dapat menetapkan angka 12 hot prospek untuk ditemui tiap hari berdasarkan perhitungan terhadap target besarnya. Beliau sungguh-sungguh mengevaluasi: untuk mendapatkan sebuah deal, minimal beliau memerlukan 12 prospek hot. Maka untuk menghasilkan penghasilan sebesar 10 juta per bulan, berdasarkan perhitungan Mr.WWN, ia harus mendapatkan 12 prospek hot sehari, sehingga dalam sebulan akan mampu menghasilkan 12 unit closing yang pada akhirnya memberikan penghasilan besar sesuai impiannya.
Tak terkira pula, ilmu training yang Mr.WWN terapkan dari training. Ilmu seperti RAMAH (Referensi, Apresiasi, Minat, Amati & Perhatikan) yang dengan rendah hati beliau terapkan menjadi bentuk basa-basi profesional seorang salesman. Kemudian ilmu kualifikasi SPIK (Situasional, Problematika, Implikasi, Kebutuhan). Kemudian juga ilmu "bantalan", mendengarkan, dll.
Berdasarkan penuturan Mr.WWN, saya simpulkan bahwa adalah hal-hal pokok dalam kisah kesuksesan Mr.WWN yang sangat teladan:
1. Sikap rendah hati untuk belajar (teachable heart). Beliau rendah hati. Beliau jelas mengakui keterbatasan dan ketidakmampuan dirinya. Beliau tidak sok pintar namun haus ilmu. Beliau tidak menganggap dirinya pintar.
2. Percaya (trust). Beliau tidak menganggap dirinya pandai, namun percaya sepenuhnya pada ilmu yang diajarkan dalam training.
3. Jalankan Sepenuh hati (Full hearted). Beliau menyerap, menerima, mengunyah ilmu training, dan menjalankannya. Setiap tahap dan bagian dengan sungguh-sungguh.
Buah keuletan Mr.WWN sangat cepat terlihat. Dalam 2 tahun 7 bulan saja, beliau berhasil menjadi Sales Supervisor. Ini terjadi karena beliau sangat fasih dalam membuat laporan. Betapa tidak? Setiap laporan yang ia buat adalah berdasarkan praktek lapangan yang setia pada materi training. Setiap laporannya merupakan aplikasi sehari-hari. Jadi beliau tidak merasa perlu membuat laporan yang mengada-ada, tidak seperti salesman kebanyakan. Maka ketika beliau berkesempatan mengikuti tes, beliau menjawab sesuai dengan aplikasi di lapangan.
Kisah sukses sejati yang sering saya dengar, saya saksikan sendiri dalam diri Mr.WWN. Kisah sukses saja tidak menggugah. Namun kisah sukses Mr.WWN yang tumbuh dari sikap "haus untuk diajar" dan "rendah hati menerima ketidaktahuan diri" adalah teladan yang indah. Mr. WWN berhasil mem-BUKTI-kan bahwa training itu sungguh-sungguh bermanfaat luar biasa. Sebuah teladan attitude yg berkesan!
Subscribe to:
Comments (Atom)