Wednesday, March 27, 2013

Video Sejati: Bagaimana Derek Redmond menyelesaikan perlombaan?


Saya menyaksikan Video ini pertama kali pada saat Training Motivasi yang diselenggarakan pada acara Pertemuan Wiraniaga Nasional, 9 Maret 2013 melalui Andrie Wongso sang Motivator No. 1 Indonesia. Saat itu Andrie Wongso menyampaikan bahwa hal-hal dalam hidup kita tidak selalu terjadi sesuai apa yang kita rencana/inginkan. Pada saat apa yang kita rencanakan gagal, apakah kita masih mempunyai kegigihan untuk menyelesaikannya?

Derek Redmond adalah seorang Pelari kategori 400 meter, peserta Olimpiade Barcelona tahun 1992. Ia dijagokan oleh Negaranya untuk menjadi unggulan pertama peraih medali emas. Sebuah penghargaan yang bergengsi. Namun, apa yang terjadi? Di tengah perlombaan, Derek jatuh dan ototnya cedera serius. Saat itu ia terjerembab dan kesakitan hingga menangis. Namun Derek bangkit dan berusaha berlari. Ketika paramedis datang, Derek tidak mengindahkan dan terus berusaha melanjutkan perlombaan sambil sebelah tangannya memegang kaki yang sakit. Apa yang Derek Redmond lakukan ketika ia kegagalan ada di depan mata? Saksikan video kisah sejati berikut ini:


...Derek Redmond may not have finished first place, But he managed to finish his race! Despite the pains, Despite the tears, he determined to give his all...

Monday, March 25, 2013

BE POSITIVE !

Berpikir positif, tidak sama dengan positivisme. Berpikir positif berarti berpijak pada realita, namun selalu berpedoman pada arah dan cita-cita yang ingin dicapai. Berpikir positif adalah seperti seorang nahkoda yang mengarahkan kapalnya dengan bantuan kompas untuk menuju sasaran yang direncanakan. Berpikir positif didasari oleh sebuah tujuan khusus, dan menjalankannya dengan pedoman khusus pula.


Berpikir positif berarti berpijak pada realita, karena berpikir positif tidak meniadakan hambatan-hambatan atau masalah yang terjadi dalam kenyataan. Sebaliknya, berpikir positif membuat seseorang memperkuat bangunan mentalnya ketika menghadapi masalah atau hambatan.

Berpikir atau berkata positif juga adalah sebuah makanan bagi mental kita. Pada saat kita menghadapi sebuah situasi, bangunan mental kita akan roboh / goyah, bila kesimpulan yang kita buat terhadap sebuah situasi adalah kesimpulan yang destruktif. Ketika kita diam tidak berkata secara verbal, pikiran kita terus bekerja dan berkata-kata. Dalam teori behavioristik yang kental, ahli behavioris percaya bahwa di dalam kepala kita ada pita suara kecil yang sedang berkata-kata sehingga bisa kita dengar dalam benak. Mekanisme "berpikir" bukanlah sesuatu yang behavioral. Para behavioris percaya bahwa jiwa adalah sesuatu yang measurable (dapat diukur) dan oleh karenanya bisa diobservasi. Menurut ahli behavioris, "pikiran" adalah sesuatu yang tidak ilmiah. Namun teori ini dipatahkan oleh teori linguistik yang didasari oleh filsafat kognitif modern. Bahwasanya "pikiran" adalah suatu percakapan di dalam diri kita terhadap sesuatu hal dan perilaku "berpikir" memiliki keberadaan yang valid dan tidak mungkin dapat dibuktikan oleh teori behavioristik.

Dalam menghadapi suatu situasi, apa yang kita katakan terhadap situasi tersebut, mempengaruhi sikap mental apa yang berkembang dalam diri kita dalam menghadapi situasi tersebut.



Contoh:

"Seorang sales merencanakan melakukan presentasi produk pada seorang calon prospek potensial yang tinggal di luar kota. Setelah melakukan phone call dan menawarkan janji temu untuk presentasi, Prospek tersebut mempersilahkan sang sales melakukan presentasi dan memberi waktu. Presentasi pun dilakukan dengan menggali kebutuhan hingga memunculkan dan memberikan solusi. Pada akhir presentasi, prospek tidak menyetujui untuk membeli. Lalu setelah dirasa tidak menemui titik deal, sang sales pun undur diri."

Tanya:
Menurut Anda, menghadapi respons prospek yang tidak membeli, apa yang dipikirkan sang sales yang sudah menghabiskan perjalanan jauh untuk sampai ke kediaman sang prospek yang diyakininya potensial?



Jujur, ini adalah adegan yang saya alami dalam bulan ini. Saya adalah sales tersebut. Kesempatan yang boleh diberikan pada saya untuk berkunjung, adalah sinyal positif untuk hubungan yang lebih lanjut. Memang beberapa bulan yang lalu sang prospek pernah menyatakan berminat untuk membeli sebuah TOYOTA FORTUNER untuk menunjang mobilitasnya sehari-hari. Maka menyambung minat yang pernah beliau sampaikan, saya yakin beliau akan membeli pada bulan ini dan tidak akan menolak untuk menerima presentasi produk. Perkiraan saya benar separuhnya. Beliau positif untuk saya temui. Namun tidak deal.

Saat melangkah undur diri dari kediamannya, saya yang sudah menempuh perjalanan jauh hingga ke pinggir kota ini - dalam kondisi lelah - menjadi sangat rentan untuk putus asa dan berpikir sia-sia. Namun dengan semangat yang menjadi komitmen saya untuk belajar berpikir positif, sambil melangkah turun ke parkiran, saya berkata kepada diri saya:

"Prospek ini PASTI BELI. Pasti. Hanya saya tidak tahu KAPAN dia akan memutuskannya."

Pada saat itu, saya bisa jatuh untuk berpikir: "Ah, usaha saya sia-sia. Saya buang waktu. Saya Bodoh."
Tetapi saya tahu bahwa kata-kata itu hanya akan melemahkan mental dan semangat saya untuk terus berusaha. Kata dan pikiran yang destruktif & negatif, adalah seperti menyiram air ke api yang menyala. Ia tak hanya memadamkan bara api, namun juga membuatnya sulit dinyalakan lagi. Sebaliknya kata-kata dan pikiran yang positif dan membangun, akan menjaga api semangat dan motivasi itu terus terjaga kehangatannya, dan kekuatannya tidak akan memupuskan usaha untuk menuju keberhasilan.



Menangkis pikiran negatif dan perkataan diri destruktif itu seperti berperang dalam batin. Perang batin ini dimenangkan oleh orang yang memutuskan untuk percaya kepada kata-kata yang positif dan membangun. Karena mereka yang percaya kepada kata-kata yang positif, akan tetap berdiri tegak dan memiliki semangat yang kokoh. Jadi, hati-hatilah terhadap apa yang Anda katakan kepada diri Anda!


Kembali ke cerita, apa yang terjadi kemudian pada sang prospek ini? Sang prospek ini TIDAK membeli mobil TOYOTA FORTUNER. Tetapi suatu pagi beliau menghubungi saya untuk meminta saya membuatkan surat pesanan kendaraan TOYOTA AVANZA. Langsung. Tanpa negosiasi yang alot/ tarik-ulur. Beliau MENCARI SAYA, ketika ia memiliki kebutuhan untuk operasional. Beliau tidak mencari dealer terdekat, tapi langsung menghubungi HP saya.

Mengapa demikian? Kebulatan hati mendorong saya membuat janji temu dan lalu mewujudkannya dengan kenyataan hingga menghantar saya menemui beliau secara langsung di kediamannya yang jauh, telah MEMBELI HATI PELANGGAN. Semua ini secara mendasar dilandasi oleh positive thinking. Berpikir positif. Bertekad positif. Berencana positif. Mengeksekusi rencana positif ke dalam tindakan yang positif. Never stop. Jangan termakan oleh negasi pikiran. Tidak mempan terhadap destruksi. Just do it!

Berpikir dan bersikap positif, akan membawa diri kita ke pengalaman yang lebih jauh dan bermakna dari sekarang. Sales yang berpikir positif, tidak pernah akan mengeluh ketika dia tidak "deal" dengan prospek. Sales yang berpikir positif selalu memandang kehadiran dan effort-nya sebagai sesuatu yang bermakna besar bagi keberhasilan dirinya dan membawa kebaikan bagi orang lain. Sales yang berpikir positif memiliki keyakinan yang tinggi akan keberhasilan. Jika sales yang berpikir positif belum "deal", ia akan percaya bahwa suatu hari dia akan menghasilkan "deal". Sales yang berpikir positif akan memandang dirinya sebagai "pengaruh", sehingga ia meyakini bahwa setiap perilakunya akan menciptakan peluang penjualan.


" semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." (Filipi 4:8)






Friday, March 22, 2013

Seputar Catur Dharma Astra (Part.1)

Catur Dharma Astra #1 "To be An Asset Of the Nation"

Karena saya adalah aset yang berharga bagi bangsa & negara, maka agar aset ini nilainya tinggi, ia harus menjadi yang terbaik. Agar aset ini bernilai semakin baik, maka ia harus berkembang dan terus mempertajam kemampuan diri.

Tidak mungkin menjadi Aset yang bernilai, jika aset itu mandek. Jika aset tersebut tidak berguna, tidak berkembang, tidak menjadi lebih baik. Mungkin itulah mengapa kami mengenal Training sejak masuk menjadi sales junior dan terus menerus hingga ke level yang lebih tinggi.

Semuanya adalah agar kami menjadi BAGIAN yang TERBAIK, BERNILAI & BERHARGA bagi Bangsa & negara. Itulah kristalisasi pikiran yang luar biasa mulia dari Pendiri Astra, Alm. William Soerjadjaya.

Pikiran dan artikel-artikel singkat ini mungkin akan terus berulang di lain kesempatan. Karena kebanggaan bekerja adalah sesuatu yang perlu dipelihara agar ada gairah yang kuat dalam berkarya di tempat di mana kita berada.


Thursday, March 21, 2013

The Salesman Story

Tidak ada hal yg lebih istimewa, selain karya Tuhan dalam hidup manusia. Tuhan sang Pencipta dan Penguasa semesta. Hanya Dia yang berhak dan sanggup untuk merubah hidup manusia. My story start only by His Grace. He is significantly work in me. Every true success story, is HIS-Story, not mine. Only failure is mine, none of His to be blame.

CORPORATE PHILOSOPHY #1 "To Be An Asset of The Nation" : sebuah tafsir dari ujung tombak

"To be An Asset of The Nation"

Saya belum pernah menemukan filosofi perusahaan yang lebih luhur dari kalimat ini. Saya hanyalah seorang ujung tombak yang terkecil dari "pohon rindang" ini. "To be an asset of the nation" atau "Menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara". Saya kagum dan heran, filosofi perusahaan nomor satu (dari empat lainnya) adalah berbicara tentang konsekrasi terhadap bangsa dan negara, bukan mengenai keuntungan bagi diri sendiri.



Kekaguman ini tidak lepas dari filosofi hidup Om William yang termaktub dalam buku "Man Of Honor" yang baru saya baca 3/4 bagian. Kata berbagai narasumber yang ada dalam buku setebal 689 halaman ini, filosofi hidup Alm. William Soerjadjaya adalah untuk "Menjadi berkat bagi sesama". Alm. Om William mendirikan sebuah pohon rindang yang berbuah manis yang dapat dinikmati semua orang. Oleh karena itu perusahaan ini didirikan untuk menjadi aset bagi bangsa dan negara, sebuah harta yang berharga dan menjadi kesejahteraan dan kebanggaan bangsa.

Saya hanya seorang karyawan bernomor induk 22ribu-an yang terpisah jauh dari kisah masa lampau, dimana pada saat lampau pernah dimiliki oleh Alm. William Soerjadjaya. Memahami filosofi perusahaan adalah hal yang berperan penting dalam perjalanan karir seseorang yang sudah mengambil keputusan untuk lama di perusahaan ini. Corporate Philosophy adalah sebuah ARAH dan Sasaran. Jika seorang ingin "lama" di sini, idealnya dia harus membuang apa yang tidak sejalan dengan corporate philosophy dan setia mencapai nilai budaya tersebut dalam semua aspek tugas dan di level apa pun.

Saya adalah aset bagi bangsa dan negara.

Di satu pihak, perusahaan ini ditujukan untuk menjadi harta kebanggaan bangsa dan negara. Di pihak lain, the people is the asset. Saat seorang menyadari dirinya sebagai the people of Astra yang adalah "aset yg berharga", maka ia akan memandang semua rekan kerja (di semua level) sebagai "sesama aset yg berharga" yang akan mengangkat paradigma di kepalanya untuk saling menghargai dan membina kerjasama. Luar biasa, insan Astra adalah ASET BAGI BANGSA & NEGARA! Suatu tujuan mulia dan luhur. Sebuah pencapaian terbaik dan persembahan terindah kepada bangsa dan negara.

Saya bersyukur saya bekerja di perusahaan yang memiliki nilai budaya / filosofi yang begitu luhur dan agung. To be an asset of the nation. Menjadi berkat bagi bangsa dan negara. Sasaran yang mulia yang membawa setiap insannya untuk mengarah kepada peningkatan nilai & mutu demi menjadi harta berharga bangsa & negara ini. Sebuah pengabdian yang penuh.




Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan memuliakan Dia selama-lamanya. Pendiri Astra mendirikan perusahaan ini agar kami menjadi aset yang berharga bagi bangsa dan negara.



Saturday, March 16, 2013

RULE #1 : JANGAN S/O/K

Rule no.1 dalam 9 prinsip hubungan antara sesama sebagaimana diajarkan dalam Dale Carnegie Training, adalah "JANGAN S.O.K" (baca: "Es"- "O" - "Ka"). S-O-K adalah singkatan dari Salahkan, Omeli & Kritik (orang lain).

Rule no.2 adalah selalu memberikan penghargaan kepada orang lain. Seperti mengalungkan karangan bunga untuk tamu istimewa

Rule no.3 adalah selalu menjunjung tinggi MOTIVASI orang lain.

Rule no.4 adalah memberikan PERHATIAN yang TULUS

Rule no.5 adalah SENYUM

Rule no.6 adalah MENGINGAT NAMA

Rule no.7 adalah Menjadi PENDENGAR yang baik

Rule no.8 adalah menjadi Pembicara yang baik.

Rule no. 9 adalah perlakukan orang seperti VIP. VIP itu seperti bayi dalam kandungan, yang selalu terlindung dan menjadi prioritas.

Sembilan Rule ini dibagikan oleh Drs. Widodo Gunawan, Msc. Dosen Luar Biasa di Kampus Universitas Kristen Satya Wacana, pada 12 tahun yang lalu dalam training 7 Habits.

Wednesday, March 13, 2013

Surjaya & His Best Service


Jaya atau Surjaya. Nama yang singkat. Beliau adalah seorang CMO (Credit Marketing Officer) TA Finance yang bertugas di kantor kami. Kerap saya memanggilnya dengan julukan "JOKOWI".. karena penampilannya yang kurus, kerempeng, murah senyum seperti Jokowi, Gubernur DKI.

Penampilannya biasa saja. Namun ada sesuatu yang berkesan bagi saya. Meski sederhana, beliau memiliki konsistensi yang luar biasa dalam bekerja, TERUTAMA dari segi pelayanannya yang sigap dan santun. Saya mengapresiasi cara bekerja Surjaya yang cekatan.

Contoh pertama, yang sering saya rasakan adalah dalam hal membalas BBM (Blackberry messenger). Ketika pagi-pagi atau bahkan malam saya menghubungi beliau via BBM, pasti direspons. Sekalipun tidak dapat merespons, beliau akan menyusulkan respons, atau menyampaikan bahwa "sesampai di kantor akan segera di email" atau "sesampai di rumah akan segera di email". Dan, memang beliau secara konsisten meng-email permintaan kami sesampainya di rumah atau di kantor.

Contoh kedua, dalam segi memproses data, Surjaya sangat mengalir dan bisa mengikuti keinginan konsumen. Dia tidak mempersoalkan small stuff tapi selalu berujar "Kalau bisa gampang, buat apa dipersulit".

Contoh ketiga, Jaya selalu tersenyum lebar sambil berkata "Oke Mas". Lalu dengan optimis mengerjakan hingga selesai. Meski tak luput dari kesalahan, namun dia mampu membuat orang secerewet diri saya memaafkan kekhilafannya (bila ada) dan tetap yakin dia mampu melakukan dengan tuntas dan baik.

Contoh keempat, Jaya tidak pernah mengeluh. Selama saya mengenal Surjaya, saya belum pernah mendengar dia mengeluhkan beban pekerjaan. Memang kalau sedang padat, dia akan mengatakan bahwa jadwalnya pada hari itu sudah terisi. Tapi dia belum pernah menolak order dengan alasan "sibuk".

Contoh kelima, dan juga adalah mental mendasar bagi semua sales: Jaya selalu mengejar order, siap sedia menghitung kredit, selalu ada untuk dihubungi & penuh solusi. Dia selalu kejar order dengan sungguh-sungguh. Mulai dari kesiapan untuk dihubungi dan menghitung kredit, memberi solusi & konsultasi pembiayaan, hingga validasi. Jaya sering berujar "Mas, mana ordernya nih?"

Contoh keenam, saya kira Jaya hampir selalu membawa laptop untuk menghitung kredit. Karena dengan cepat dia dapat membalas telp setelah dihubungi untuk mengkalkulasi angka-angka tertentu, bahkan di luar jam kerja. He is really "TAFS" (plesetan dari kata "tough").

Meski saya sudah menjadi salesman lebih dari 5 tahun, tetapi pengalaman yang saya dapat ketika dilayani oleh CMO yang sangat cekatan dan melayani sepenuh hati ini, membuat saya merasa malu. Saya malu ketika mungkin memperlakukan customer saya tidak lebih baik dari ketika sang CMO ini melayani kami. 

Congratulations for The Best Service of Surjaya!

(Inilah pelayanan yang terbaik yang perlu dimiliki oleh setiap CMO (& sales) ! Saya sangat bangga bisa menceritakan kembali pengalaman pembelajaran yang excellent dari sahabat saya ini)

- edited @ 21 March



Sunday, March 3, 2013

SUCCESS is a Value, But ...

Sukses adalah sebuah nilai (value) yang baik dan berharga.



Namun Sukses tanpa TUHAN adalah sia-sia.

Sukses yang diraih oleh kekuatan dan pemikiran serta kepandaian sendiri bukanlah Sukses yang sejati

True Success is Leaning on GOD, on His Everlasting Arms, listen to HIS voice & DO what He owe us to do.

Success is to TRUST IN THE LORD & Acknowledging Him all the way. (Amsal 3: 5-6)