Tuesday, April 30, 2013
DIRECT DELIVERY
Target bulan Mei 2013 ini, sehubungan dengan penerapan Direct Delivery di cabang saya, saya berkomitmen untuk:
1. Melakukan pendampingan pengiriman mobil dengan persentase 100%
2. SIAP PESTA dan siap kirim dengan sempurna, terpantau dan terbukti
3. Meningkatkan kepuasan pelanggan dengan lebih baik
Situasi yang berubah harus tetap menantang kita untuk beradaptasi dan berusaha menuju arah yang lebih baik dan sempurna. Menurut saya, kehidupan mulai menjadi stagnan dan membosankan pada saat seseorang jatuh ke dalam rutinitas dan tidak lagi dengan proaktif meng-create situasi yang lebih baik.
Dengan adanya target pribadi, seseorang memperluas lingkup pekerjaannya dari sekedar 'bekerja' menjadi 'berkarya'. Seseorang yang hanya bekerja, mengungkung dirinya dalam job desc saja. Namun seseorang yang berkarya, memperluas kepuasannya dalam bekerja dengan menghasilkan inovasi baru. Hasil dari inovasi ini dapat menjadi karya nyata yang dapat disaksikan dan diapresiasi orang lain.
Perubahan adalah tantangan bagi kemajuan.
Thursday, April 18, 2013
KESUKSESAN PENJUALAN TERGANTUNG TUHAN
Core atau inti pekerjaan Seorang Sales adalah menjual. Tidak ada penjualan yg dapat terjadi tanpa keberhasilan closing. Closing adalah perjuangan untuk meyakinkan prospek agar sepakat dan membeli.
Semua closing memiliki case masing-masing. Seorang salesman harus mampu menggali keberatan prospek, hingga yg tersembunyi. Namun pada kenyataannya, closing adalah perjuangan yang tidak mudah.
Semakin hari, keberatan prospek semakin beragam. Semakin hari, zaman dan situasi makin berubah. Cara yang pada masa lalu sukses, tidak tentu bisa diterapkan pada masa kini.
Atas dasar itulah, salesman perlu meningkatkan keahlian. Salesman perlu belajar lagi. Salesman wajib terus-menerus belajar. Salesman harus menambah ilmu. Salesman harus belajar dari praktek langsung. Salesman harus deal dan harus memenangkan deal. Salesman perlu hikmat dari Tuhan untuk deal.
Amsal Salomo, pasal 3:5 mengatakan "dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri".
Seringkali keberhasilan2 di masa lalu membuat kita, para sales merasa sombong & Mampu tanpa bantuan Tuhan. Seringkali kesombongan tersebut membuat kita, para sales diizinkanNya mengalami kegagalan beruntun.
Dengan mengalami kegagalan beruntun, kepercayaan diri seorang sales sedang dirapuhkan. Percaya diri itu baik, namun percaya diri yang baik adalah percaya diri yang didasari oleh kerendahan hati dan selalu mengakui bahwa "sukses ini adalah hikmat dan petunjuk dari Tuhan saja, tidak ada kepandaian apa pun, selain oleh anugrahNya".
Percaya diri itu baik, asal percaya diri ini didasarkan oleh percaya Tuhan. Percaya diri yang meniadakan campur tangan Tuhan, adalah sebuah kesombongan, dan kesombongan adalah awal kejatuhan.
Untuk berhasil SPK dan achieve target, seorang salesman wajib merendahkan diri di hadapan Tuhan. Salesman wajib mengakui DIA dalam segala laku. Wajib mengakui bahwa segala sesuatu adalah karena Izin-Nya.
Seperti udara yg kita hirup untuk hidup setiap hari, demikian juga hidup ini yang begitu penting, semua bersandar pada anugrah Tuhan. Kita tidak pernah mampu membayar udara yang gratis ini. Pdt.Dr.Stephen Tong mengatakan bahwa Anugrah Tuhan itu sifatnya unik. Beliau memperjelas bahwa apa yang tidak dapat manusia bayar namun paling penting untuk hidupnya, diberikan cuma-cuma oleh TUHAN. Semua ini hanya untuk menyadarkan manusia, bahwa kita bergantung penuh kepada DIA sang pemberi hidup.
Closing the deal mungkin adalah urusan kecil dan "duniawi". Namun, tanpa berdoa sungguh-sungguh, keberhasilan yang bisa dialami seorang sales adalah semu.
Berdoa adalah tanda kerendahan hati. Ketika manusia tidak mampu namun ia terus maju, pasti ia gagal. Namun, ketika manusia tidak mampu dan ia mau mengakui keadaannya dan meminta hikmat dan pertolongan dari TUHAN, ia pasti berhasil.
Jangan sombong dan takabur. Berdoa adalah tanda kerendahan hati. Berdoa bukan menunjukkan kesalehan, tetapi membuka kelemahan diri dihadapan Pencipta kita, agar DIA sendiri yang memampukan kita mengatasi kesulitan dan pada akhirnya Dia yang memperoleh pujian atas keberhasilan kita.
Semua Salesman perlu TUHAN. Hidup & mati kita ada di dalam TUHAN. Jangan mengandalkan kepintaran diri sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu. Mengakui bahwa TUHAN itu hidup dalam segala perbuatan dan perkara. Jangan membangkitkan murka Tuhan dengan kesombongan.
Salesman yang berhasil dan sukses, Salesman yang achieve target dan jualan banyak, salesman yang memenangkan penjualan adalah salesman yang Takut akan Tuhan.
Firman Tuhan itu Ya dan Amin. Jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri dan akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. (Ams.3:5b-6)
Semua closing memiliki case masing-masing. Seorang salesman harus mampu menggali keberatan prospek, hingga yg tersembunyi. Namun pada kenyataannya, closing adalah perjuangan yang tidak mudah.
Semakin hari, keberatan prospek semakin beragam. Semakin hari, zaman dan situasi makin berubah. Cara yang pada masa lalu sukses, tidak tentu bisa diterapkan pada masa kini.
Atas dasar itulah, salesman perlu meningkatkan keahlian. Salesman perlu belajar lagi. Salesman wajib terus-menerus belajar. Salesman harus menambah ilmu. Salesman harus belajar dari praktek langsung. Salesman harus deal dan harus memenangkan deal. Salesman perlu hikmat dari Tuhan untuk deal.
Amsal Salomo, pasal 3:5 mengatakan "dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri".
Seringkali keberhasilan2 di masa lalu membuat kita, para sales merasa sombong & Mampu tanpa bantuan Tuhan. Seringkali kesombongan tersebut membuat kita, para sales diizinkanNya mengalami kegagalan beruntun.
Dengan mengalami kegagalan beruntun, kepercayaan diri seorang sales sedang dirapuhkan. Percaya diri itu baik, namun percaya diri yang baik adalah percaya diri yang didasari oleh kerendahan hati dan selalu mengakui bahwa "sukses ini adalah hikmat dan petunjuk dari Tuhan saja, tidak ada kepandaian apa pun, selain oleh anugrahNya".
Percaya diri itu baik, asal percaya diri ini didasarkan oleh percaya Tuhan. Percaya diri yang meniadakan campur tangan Tuhan, adalah sebuah kesombongan, dan kesombongan adalah awal kejatuhan.
Untuk berhasil SPK dan achieve target, seorang salesman wajib merendahkan diri di hadapan Tuhan. Salesman wajib mengakui DIA dalam segala laku. Wajib mengakui bahwa segala sesuatu adalah karena Izin-Nya.
Seperti udara yg kita hirup untuk hidup setiap hari, demikian juga hidup ini yang begitu penting, semua bersandar pada anugrah Tuhan. Kita tidak pernah mampu membayar udara yang gratis ini. Pdt.Dr.Stephen Tong mengatakan bahwa Anugrah Tuhan itu sifatnya unik. Beliau memperjelas bahwa apa yang tidak dapat manusia bayar namun paling penting untuk hidupnya, diberikan cuma-cuma oleh TUHAN. Semua ini hanya untuk menyadarkan manusia, bahwa kita bergantung penuh kepada DIA sang pemberi hidup.
Closing the deal mungkin adalah urusan kecil dan "duniawi". Namun, tanpa berdoa sungguh-sungguh, keberhasilan yang bisa dialami seorang sales adalah semu.
Berdoa adalah tanda kerendahan hati. Ketika manusia tidak mampu namun ia terus maju, pasti ia gagal. Namun, ketika manusia tidak mampu dan ia mau mengakui keadaannya dan meminta hikmat dan pertolongan dari TUHAN, ia pasti berhasil.
Jangan sombong dan takabur. Berdoa adalah tanda kerendahan hati. Berdoa bukan menunjukkan kesalehan, tetapi membuka kelemahan diri dihadapan Pencipta kita, agar DIA sendiri yang memampukan kita mengatasi kesulitan dan pada akhirnya Dia yang memperoleh pujian atas keberhasilan kita.
Semua Salesman perlu TUHAN. Hidup & mati kita ada di dalam TUHAN. Jangan mengandalkan kepintaran diri sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu. Mengakui bahwa TUHAN itu hidup dalam segala perbuatan dan perkara. Jangan membangkitkan murka Tuhan dengan kesombongan.
Salesman yang berhasil dan sukses, Salesman yang achieve target dan jualan banyak, salesman yang memenangkan penjualan adalah salesman yang Takut akan Tuhan.
Firman Tuhan itu Ya dan Amin. Jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri dan akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. (Ams.3:5b-6)
MUJIZAT TERBESAR
Hanya Tuhan satu-satunya yang memiliki kuasa atas kehidupan & utk menghidupkan. Tuhan Yesus memanggil Lazarus yg sudah meninggal 4 hari keluar dari makam hidup-hidup. Tidak ada yang mustahil bagiNya. Ketika kita menyadari kemahakuasaan TUHAN, kita dapat meminta 3 hal:
1. meminta Dia untuk mengaruniakan iman untuk mempercayai DIA dengan penuh.
2. mempercayai Dia utk membebaskan hidup kita dari dosa yang membelenggu & merintangi hubungan kita dengan Dia.
3. menaati Dia agar dapat menikmati hidup yang leluasa dan senantiasa berkenan kepadaNya
Apa susahnya bagi Tuhan untuk membuat batu-batu yang mati, berteriak memuji-muji Dia? Tuhan yang dapat membangkitkan orang mati & menghidupkan benda mati (yang pada dirinya pun tak memiliki inisiatif pribadi/kehendak untuk hidup), apakah susah bagiNya untuk memutarbalikkan kematian kerohanianku menjadi HIDUP? Apakah susah bagiNYA untuk memulihkan keberdosaan yang aku pun tidak memiliki kuasa untuk terlepas darinya, agar hidupku kembali dapat dipersembahkan sebagai persembahan yang hidup, kudus & berkenan kepadaNya?
24 juli 2011, oleh karena Kuasa Tuhan Yesus yang hidup & Allah yang sejati, saya berhenti merokok sampai hari ini. sampai malam ini. Sudah lewat 627 hari (1 tahun, 8 bulan, 19 hari).
Merokok adalah Dosa dan tidak berkenan kepada TUHAN. Jika saya dapat menang atas rokok, itu hanyalah oleh anugrah-Nya semata. Mujizat terbesar adalah dimerdekakan dari perhambaan dosa AGAR kita dapat hidup memperkenan hati TUHAN & mengenal Tuhan dan juruselamat yang sejati.
1. meminta Dia untuk mengaruniakan iman untuk mempercayai DIA dengan penuh.
2. mempercayai Dia utk membebaskan hidup kita dari dosa yang membelenggu & merintangi hubungan kita dengan Dia.
3. menaati Dia agar dapat menikmati hidup yang leluasa dan senantiasa berkenan kepadaNya
Apa susahnya bagi Tuhan untuk membuat batu-batu yang mati, berteriak memuji-muji Dia? Tuhan yang dapat membangkitkan orang mati & menghidupkan benda mati (yang pada dirinya pun tak memiliki inisiatif pribadi/kehendak untuk hidup), apakah susah bagiNya untuk memutarbalikkan kematian kerohanianku menjadi HIDUP? Apakah susah bagiNYA untuk memulihkan keberdosaan yang aku pun tidak memiliki kuasa untuk terlepas darinya, agar hidupku kembali dapat dipersembahkan sebagai persembahan yang hidup, kudus & berkenan kepadaNya?
24 juli 2011, oleh karena Kuasa Tuhan Yesus yang hidup & Allah yang sejati, saya berhenti merokok sampai hari ini. sampai malam ini. Sudah lewat 627 hari (1 tahun, 8 bulan, 19 hari).
Merokok adalah Dosa dan tidak berkenan kepada TUHAN. Jika saya dapat menang atas rokok, itu hanyalah oleh anugrah-Nya semata. Mujizat terbesar adalah dimerdekakan dari perhambaan dosa AGAR kita dapat hidup memperkenan hati TUHAN & mengenal Tuhan dan juruselamat yang sejati.
Wednesday, April 3, 2013
SIKAP MENENTUKAN JALAN HIDUP
Beberapa waktu lalu, santer di Twitter, sebuah akun yang menamai dirinya forum komunikasi wiraniaga dari sebuah dealer otomotif terkemuka. Akun yang tidak gamblang menyatakan identitas dirinya itu men-tweet berbagai cerita seputar profesi duka wiraniaga dan menumpahkan uneg-uneg yang dirasakan dalam menekuni profesi wiraniaga di perusahaan tersebut. Tidak hanya menjadi media untuk penumpahan uneg-uneg, akun Twitter tersebut juga memakai nama personal beberapa orang terkemuka, seolah-olah opininya adalah sesuatu yang akan didukung oleh orang-orang tersebut (yang saya yakini 100% sebaliknya).
Saya mencoba menelusuri apa motif dan tujuan akun twitter tersebut dibuat dengan mencermati kicauan-kicauan yang dilontarkan. Seringkali terucap keluhan-keluhan yang seperti mengatasnamakan solidaritas karyawan yang dalam beberapa "chirp" terkesan termarjinalkan. Beberapa kicauan dengan bulat-bulat seperti mengadakan solidaritas untuk melakukan "revolusi karyawan" di tubuh perusahaan. Kicauan yang lain dengan lantang mengajak pembacanya seolah untuk ikut mendukung opini tertentu terhadap perusahaan.
Munculnya kicauan dengan isi vulgar dan persepsi unik ini, membuat kami yang berprofesi sebagai wiraniaga merefleksikan sesuatu. Kami mulai mendiskusikan tema-tema seputar dunia pekerjaan dan profesi berikut suka dan dukanya. Pekerjaan sebagai wiraniaga di dealer otomotif terkemuka, tidak hanya memberikan suka tetapi juga duka. Ketika kami menelusuri tema-tema kicauan akun ambigu ini, ada beberapa "adegan" yang juga pernah kami alami. Kicauan tersebut bukan hal yang baru. Tema-tema itu bukan omong kosong. Ada kebenaran dari curhatan tersebut.
Namun, ada satu hal yang jelas membedakan. Ada satu hal yang sangat signifikan yang membuat orang-orang tertentu seperti memiliki "nasib" yang berbeda dari adegan-adegan dan kisah-kisah dari Twitter berakun forum komunikasi wiraniaga ini. Apakah itu? Ya. Kami semua para wiraniaga mengalami kesulitan-kesulitan atau hambatan-hambatan yang saya yakini SAMA dengan yang dicuapkan akun forum komunikasi wiraniaga. Bedanya adalah bagaimana SIKAP kami terhadap tantangan yang SAMA yang dihadapkan, adalah hal yang membedakan.
Saya yakin, Viktor Frankl, Stephen Covey dan Arief Budiman setuju bahwa dalam kehidupan ini ada dua macam sikap. Pertama, menyikapi hidup dan hal-hal yang terjadi dalam hidup sebagai sebuah 'takdir'. Dengan menyikapi hidup seperti cara ini, seseorang akan pasif dan kehilangan kemampuan juang untuk keluar dari permasalahan. Orang dengan sikap pertama adalah orang yang tidak memiliki keyakinan diri yang sehat. Orang dengan sikap ini akan senantiasa memojokkan dirinya sebagai korban yang tanpa harapan. Orang dengan sikap seperti ini menjadi reaktif: orang yang tidak menggunakan pilihan dengan bertanggung jawab.
Contoh:
Orang yang malas dan tidak senang membantu orang lain, akan menimbulkan opini bahwa dia adalah seorang yang tidak bisa diandalkan. Karena sikapnya itu, maka secara perlahan dan pasti, tanggung jawab yang diembankan padanya mulai dikurangi... sampai akhirnya diberikan kepada orang yang menunjukkan dirinya mampu mengemban tugas tersebut. Akhirnya orang tersebut tidak menjadi apa-apa di tempat ia bekerja.
Kedua, menyikapi hidup dengan proaktif. Ya, memang kenyataan yang dialami orang dengan sikap hidup proaktif SAMA dengan yang dialami orang dengan sikap hidup pasif. Namun, berbeda secara Mindset. Orang dengan sikap hidup proaktif mampu memandang dirinya MAMPU memberi ANDIL untuk MENCIPTAKAN PERUBAHAN. Orang proaktif selalu melihat PILIHAN di dalam segala tindakannya menghadapi suatu situasi.
Lingkungan yang sama. Situasi yang sama. Orang-orang yang dihadapi sama. Tetapi prestasi bisa berbeda. Kelakuan bisa berbeda. Sikap bisa berbeda. Mengapa? Karena hidup adalah pilihan. Menjadi orang yang dicap "baik", "buruk", "bertanggung jawab", "rajin", "antusias", "malas", "helpful", "berintegritas" adalah PILIHAN. Selama kita tidak memilih untuk merubah sikap, cap tersebut akan senantiasa melekat. Karena kita semua bertanggung jawab atas opini orang dan lingkungan terhadap diri kita.
Subscribe to:
Comments (Atom)
