Monday, April 13, 2015

JAMES GWEE SALES TIPS: BIKIN JANJI VIA TELEPON

Bikin Janji via Telepon

Salah satu rintangan terbesar seorang sales adalah berusaha memperoleh kesepakatan untuk bertemu dengan pelanggan potensial. Menurut saya, menelpon pelanggan potensial untuk mengadakan janji temu adalah satu tahap yang sangat kurang dipersiapkan dalam proses jual-menjual. Banyak sales menghabiskan waktu untuk menyiapkan cara bagaimana menyapa pelanggan saat berjumpa, bagaimana membuka sebuah perbincangan, dan sebagainya. Namun persiapan itu hanya berlaku ketika sales mendapatkan janji temu dengan pelanggan. Banyak sales yang kesulitan di titik ini.

Tidak semua tips berikut akan sesuai dengan jenis bisnis Anda. Anda harus memilih mana yang cocok lalu mencobanya. Anda tidak akan langsung berhasil, teruslah mencoba hingga Anda merasa nyaman. Ketika Anda terdengar nyaman dan percaya diri ketika membuat janji lewat telepon, pelanggan akan tergerak untuk mendengar Anda dan bertindak sesuai anjuran Anda.

1. Ingat peraturan emas ini : Anda sedang menjual janji, jangan dulu menjelaskan produk/jasa Anda di telepon. Jual janji Anda.

2. Sadarilah bahwa pelanggan selalu terganggu ketika Anda menelpon mereka. Ia mungkin sedang rapat, atau malah sedang beristirahat. Wajar jika sang pelanggan tidak berselera untuk berbicara dengan Anda.

3. Oleh karena itu, Anda perlu memastikan bahwa Anda menelpon pelanggan pada waktu ia jarang diganggu. Kapan itu? Semua bergantung pada profesi dan posisi orang yang Anda telepon. Bagi banyak orang, Senin adalah yang terburuk karena merupakan waktu yang paling sibuk. Jadi Anda harus mencari tahu atau gunakan akal sehat untuk mengetahui waktu terbaik/terburuk pelanggan. Jika tidak, ia tidak akan senang menerima panggilan Anda.

4. Anda tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan kepada pelanggan mengenai sejarah perusahaan Anda. Kalimat pertama Anda perlu menangkap perhatiannya. ”Selamat pagi, Pak Anton? Nama saya Eric dan saya dari Business Systems.

Saya sering bekerja sama dengan Ibu Susan dari PT Success dan beliau menyarankan bahwa saya dapat membantu bapak dengan cara yang sama. Saya dengar bisnis Anda baru saja membuka cabang di ...... Saya hanya ingin menghubungi bapak, memperkenalkan diri, dan memberi informasi bagaimana kita membantu bisnis Ibu Susan untuk bertumbuh 55% hanya di dalam 9 bulan pertama.

Adakah waktu lowong sehingga kita dapat berbincang-bincang? Saya hanya membutuhkan 15-20 menit Anda. Dari sekarang (Maret) sampai akhir Mei, adakah waktu yang baik untuk kita berbincang-bincang selama 15-20 menit sambil minum kopi? Anda boleh memilih tempatnya, dan saya yang traktir...”


Perhatikan ide di atas:

• “Informasi bagaimana kita membantu bisnis Ibu Susan untuk bertumbuh 55% hanya dalam 9 bulan pertama.” Itulah keuntungannya.

• Bertemu untuk ”berbincang-bincang.” Tidak untuk menjelaskan, memberi presentasi yang formal. Istilah ”berbicang-bincang” aman. Dan menambahkan atmosfer yang santai...sambil minum kopi.

• “Selama 15-20 menit.” Tidak menuntut banyak waktu.

• “Dari sekarang (Maret) sampai akhir Mei”—tiga bulan! Siapa di dunia ini dengan jujur mengatakan dia sama sekali tidak punya waktu hanya 15 menit dari sekarang sampai tiga bulan mendatang! Mustahil untuk mengatakan ”tidak punya waktu”!

• “Anda boleh memilih tempatnya, dan saya yang traktir...”—Buatlah pelanggan sedikit terhibur dengan sedikit tawa (tawa biasa menjadi tanda persetujuan).

5. Sekali lagi jangan menjelaskan produk Anda melalui telepon. Fokuskan tanggal/waktu perjanjian dan tetap bersikap santai.

6. Ingatlah Anda sedang menjual perjanjiannya.

7. Anda tidak bisa menjelaskan penolakan lewat telepon. Jika pelanggan mengatakan “itu terlalu mahal.” Katakan “Soal itulah yang sebenarnya saya ingin berbincang-bincang dengan Anda...”

8. Jangan mengirim surat apa pun! Setelah mereka memperoleh informasi, mereka telah mendapat apa yang mereka inginkan dan mereka tidak perlu bertemu dengan Anda!

9. Catat segala hal yang dikatakan oleh sang pelanggan, sehingga Anda dapat kembali melihat dialog yang telah Anda lakukan untuk mencari tahu beberapa perhatian yang tersembunyi, kata-kata penting yang telah dia katakan, dsb.

10. Setiap petunjuk baru perlu diperhatikan dan teruslah berhubungan!

11. Selalu berpikiran positif

Sumber: http://www.ebahana.com/warta-3528-Bikin-Janji-via-Telepon.html

Sunday, April 12, 2015

RONNY IRAWAN QUOTES : CUSTOMER ADALAH RAJA

Customer adalah Raja

Raja maunya dilayani, dihargai, dianggap ada. Seorang customer sudah mengeluarkan uang untuk mendapat produk dan pelayanan dari wiraniaga. Maka sepantasnya customer mendapatkan produk yang sesuai kebutuhan nya, dan juga pelayanan yang TULUS dari wiraniaga.

Apa yang diinginkan Customer kita ?

A.PRODUK

Kalau kita jadi customer, pasti kita ingin produk yang tanpa cacat, tepat waktu, dan siap pesta. Betul kan?

B.PELAYANAN

Kalau kita jadi customer, kita pengen dilayani dengan :

-TULUS (kagak maen gebuk,trus kabur)

-MURAH SENYUM (jangan manyun mulu)

-RAMAH (kagak jutek2,muke dibenerin dulu,jgn belibet)

-PEDULI (cust pantang dicuekin,apalagi kagak dianggap ada)

-EMPATI (mau bantu problem/komplain cust,merasakan apa yg dirasakan cust)

-LONG TERM RELATION (mikirnya hubungan jangka panjang bos, meski ga ada timbal balik, nanti baliknya dpt rejeki dari yg lain)

-DIANGGAP DAN DIHARGAI (sales pecundang, kalo mau Spk rajin hubungin Customer, giliran udah SPK sombong ga mau Update info ke customer, apalagi kalo Customer Komplain)

Ingat Bos! kita hidup dari pelanggan. Apapun bisnis kita, pelanggan adalah sumber kehidupan kita! Sekali pelanggan kecewa, kita sudah nutup rejeki bro! Semoga berguna! Setuju?!

Catatan redaksi: Seri "Ronny Irawan Quotes, adalah kumpulan wejangan dan tips-tips yang sering dibagikan beliau pada sales-salesnya melalui BBM. Kumpulan wejangan tersebut saya buat dalam artikel blog ini, agar memudahkan untuk membacanya. Bapak Ronny Irawan saat ini menjabat sebagai Kepala Cabang di Astrido Toyota Kelapa Gading VSP (Mediterania), di cabang dimana saya bekerja saat ini"

Selamat membaca!

RONNY IRAWAN QUOTES: 7 KATA YANG DISUKAI PELANGGAN

7 kata yang disukai Pelanggan :

Menurut anda, kata-kata apa yang disukai oleh pelanggan anda? Apakah “murah”? “Gratis”? Atau, “bonus”? Itu tidak salah.

Kita semua menyukai barang murah, apalagi gratis. Itu kenapa banyak penjual menekankan kata-kata tersebut saat berhadapan dengan pelanggan.saya bukan org yang jago2 amat jualan, Melainkan karena saya, dan saya percaya kita semua, mempunyai pengalaman yang lebih dari cukup menjadi seorang pelanggan.

Sebagai pelanggan kita tahu apa yang sebenarnya kita suka dengar dari para penjual karena itu bisa menyentuh hati kita. Dan, ujung-ujungnya bisa mentutup sebuah transaksi bukan?

1.Nama. Ketika sedang bermain golf saya pernah membeli sebungkus bola golf bekas dari seorang ibu-ibu. Padahal waktu itu persediaan bola golf saya masih cukup. Teman bermain golf saya menduga saya membeli karena iba pada ibu-ibu itu. Saya membantah ucapan teman saya dan mengatakan bahwa saya membeli bola golf karena ibu-ibu penjual itu menyapa dan memanggil nama saya. Saya tersentuh karena nama saya disebut dengan cara yang baik. Benar apa kata Dale Carnegie, “Nothing is so sweet to a person than the sound of their own name”.

2.Terima kasih. Rupanya ibu-ibu si penjual bola golf bekas itu tahu betul bagaimana menjadi seorang penjual yang baik. Setelah kami saling bertukar bola golf dan uang kembalian ia berulang kali mengucapkan “terima kasih” dengan sungguh-sungguh, seolah-olah baru saja menyelesaikan sebuah transaksi berharga yang menyelamatkan usahanya hari itu. Saya merasa tersanjung dan merasakan ada makna lain di balik jual beli sederhana ini. Mungkin saya berlebihan, tapi setiap pembeli senang mendengarkan kata “terima kasih” yang diucapkan secara tulus. Ini adalah dasar dari semua sopan santun di seluruh dunia.

3.Sapaan. Tapi pembelian bola golf itu tidak akan terjadi seandainya ibu-ibu penjual bola golf itu tidak menyapa saya, “Selamat pagi Pak Leo.” Meski penjual dan pembeli mungkin sudah saling mengenal dengan baik, menyapa adalah kunci pembuka segala pintu hubungan. Bahkan ketika memasuki sebuah mall dan mendengar sapaan hangat dari seorang security yang jelas-jelas saya tidak kenal dan tidak tahu namanya membuat saya seakan memasuki rumah sendiri. “Selamat pagi”, “selamat siang”, “apa kabar? “, “senang sekali bisa bertemu anda lagi.”

4.Ya. Saya pernah berceloteh panjang lebar pada seorang salesman untuk menjelaskan apa yang menjadi pesanan saya. Beberapa kali ia menyela dan itu membuat saya cukup kesal. Saya berharap ia mendengarkan dengan baik. Namun di lain kesempatan saya pernah bertemu dengan seseorang yang diam saja ketika saya menjelaskan pesanan saya. Saat itu saya ingin ia berkata “ya”, “ya” dan “ya” sebagai tanda bahwa ia sedang menyimak dan berusaha memahami ucapan saya.

5.Bisa. “Bisa!” adalah salah satu kata sakti yang selalu menyenangkan didengar. Itu berarti pesanan kita sebagai pembeli dapat dipenuhi dan dipuaskan. Ucapan “bisa” tidak lahir begitu saja. Ia berasal dari sebuah “can do spirit”, dan antusiasme untuk memberikan pelayanan bagi setiap pelanggan.

6.Saya akan usahakan. Adakalanya anda tidak yakin dapat memenuhi semua pesanan pelanggan. Kata “bisa”-pun harus berhadapan dengan kenyataan yang berbeda. Dalam hal ini, saya sebagai pelanggan bisa memahaminya asal mendapat penjelasan yang memadai dan masuk akal. Namun semua rencana kekecewaan itu dapat terobati dengan semangat bertindak tak kenal menyerah. “Saya akan usahakan” adalah kata yang selalu mengobati ketika kita tahu ada hal-hal mungkin menghambat pemenuhan pesanan kita.

7.Anda benar. Sebagai pelanggan saya ingin di tempatkan di atas angin. Saya tidak ingin berdebat dengan para penjual. Alih-alih beradu argumen, saya ingin mendengar para penjual itu berkata, “anda benar”. Oh ya, saya tahu pikiran anda, sebenarnya saya keliru. Namun saya ingin dibenarkan. Alasannya sederhana saja: saya adalah pelanggan anda. Oleh karena itu para penjual harus mampu menemukan frasa-frasa kreatif untuk memenangkan pelanggan. Karena anda memenangkan pelanggan, anda bisa memenangkan transaksi.
Tentu bukan hanya sekedar kata-kata. Kata-kata hanya sebagian dari sebuah proses komunikasi antar manusia yang rumit.

Justru yang lebih berperan adalah komunikasi non-verbal, seperti isyarat, gerak-gerik, tatapan mata dan bahasa tubuh lainnya. Oleh karena itu kata-kata perlu diucapkan dengan sungguh-sungguh dan tulus. Di situlah kata-kata akan menemukan kekuatannya dan tidak lagi menjadi sebuah klise. ***selamat mencoba brooo

Catatan redaksi: Seri "Ronny Irawan Quotes, adalah kumpulan wejangan dan tips-tips yang sering dibagikan beliau pada sales-salesnya melalui BBM. Kumpulan wejangan tersebut saya buat dalam artikel blog ini, agar memudahkan untuk membacanya. Bapak Ronny Irawan saat ini menjabat sebagai Kepala Cabang di Astrido Toyota Kelapa Gading VSP (Mediterania), di cabang dimana saya bekerja saat ini"
Selamat membaca!

RONNY IRAWAN QUOTES: NEGOSIASI HARGA & SENI MEMBUJUK

Negosiasi Harga dan Seni Membujuk
Posted on March 14, 2014

Belajar bernegosiasi sesungguhnya adalah belajar mencari kesepakatan terbaik atas suatu hal. Tidak ada pihak menang dan kalah dalam bernegosiasi. Yang ada adalah kesepakatan dan solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

Oleh karena itu, perencanaan dan persiapan yang baik harus Anda lakukan agar proses negosiasi Anda berjalan sesuai harapan.

Belajar bernegosiasi juga tidak bisa dilepaskan dari seni membujuk orang. Bagaimana agar orang lain mau mengubah pendiriannya agar tercapai kesepakatan dan solusi terbaik itu.

Seni membujuk orang dengan pendekatan psikologis pernah kita bahas dalam tulisan lalu disini, yakni: liking, reciprocity, social proof, commitment, authority dan scarcity.

Kali ini, saya mau menyampaikan pengalaman kecil-kecilan dalam melakukan negosiasi harga dengan mempraktekkan pendekatan bujukan tersebut. Hitung-hitung sekalian latihan dan pembuktian apakah seni membujuk itu bisa digunakan.

Ceritanya, saya dan team beberapa hari lalu penerima penawaran jasa dari katakan saja bapak C. Dari hasil tanya sana tanya sini, kami tahu bahwa fee yang bapak C tawarkan cukup tinggi dan memang sangat tinggi. Mau tidak mau berarti kami harus melakukan negosiasi harga fee tersebut.

Kunci utama dalam melakukan penawaran harga tentunya adalah tahu harga di pasaran. Nah, tahap mengetahui harga pasar ini sesungguhnya adalah salah satu persiapan kita dalam melakukan pendekatan social proof.

Kebetulan di team saya ada teman yang sudah memiliki sertifikat untuk melakukan jasa yang sama yang ditawarkan bapak C, berarti pembicaraan harga kita nanti bisa lebih baik karena kita sudah punya faktor liking dan authority.

Baiklah, berikut percakapan singkat lewat telepon antara team saya (S) dengan bapak C.

S : Hallo pak, Selamat siang.

C: Ya, hallo pak.

S: Kita sudah lihat penawaran dari bapak. Ada 3 hal yang semoga dapat dipertimbangkan pak. Pertama, kita sudah melakukan survei. Harga yang bapak tawarkan itu diatas 4 pesaing utama lainnya (pendekatan social proof). Kedua, kebetulan kita sama-sama pemegang sertifikat dan menjadi anggota ikatan yang sama (pendekatan liking dan authority), jadi saya sudah tanya-tanya juga ke teman-teman lain bahwa pekerjaan yang akan bapak lakukan itu tidak begitu rumit. Hal-hal standar saja yang harus bapak lakukan. Tenaga dan waktu yang dibutuhkan tidak begitu banyak. Dan ketiga, kita juga ingin minta tolong pak (pendekatan reciprocity) karena waktunya ketat sekali dan kita mau proses pekerjaan bisa cepat jadi mohon bisa diberikan harga yang lebih baik.

C: Oh, tidak bisa pak! Pekerjaan yang akan kita lakukan cukup banyak pak. Jadi memang segitu harga yang bisa kami tawarkan.

S: Ya, kami sudah melakukan reviu juga pak. Pekerjaan yang akan bapak lakukan itu tidak terlalu kompleks. Masalahnya adalah harga jasa bapak diatas rata-rata pasar pak. Saya kan sudah tanya ke beberapa rekan lainnya karena kita sudah diperintahkan oleh atasan untuk melakukan survei dan tahu bahwa harga untuk pekerjaan itu di memang diatas 4 pesaing (pendekatan social proof). Kalau bapak setuju dan karena waktu sudah ketat sekali (pendekatan scarcity) saya akan laporkan ke Top Management harga yang kita sepakati biar bapak bisa cepat mulai.

C: Oke, coba saya lihat lagi pekerjaan yang saya lakukan harus seperti apa, karena saya juga baru lihat sekilas saja. Namun, kalau seperti itu pernyataan dari bapak, paling kita bisa berikan penurunan harga 10 % pak.

Aha…! Bapak C sudah mau memberikan penurunan 10%. Apakah 10% itu sudah yang terbaik? Tentu saja jawabannya sangat tergantung dari kondisi dan situasi yang kita hadapi.

Saat Anda tidak punya banyak pilihan, penurunan 10% bisa jadi merupakan solusi terbaik.

Terakhir, negosiasi tentunya juga akan sangat indah bila masing-masing kita mengikuti dan dilakukan sesuai syariah… Semoga bisa terjadi demikian di negeri tercinta ini.

RONNY IRAWAN NOTES: SENI MEMBUJUK ORANG

Seni Membujuk Orang
Posted on November 20, 2013

Membujuk atau melakukan persuasi adalah suatu usaha yang dilakukan untuk menyakinkan orang lain agar orang tersebut mau mengubah pemikiran dan melakukan suatu tindakan tertentu.

Caranya bisa dilakukan lewat berbagai macam pesan seperti kata-kata, gambar, barang, warna dan lain sebagainya.

Membujuk atau mempersuasi orang lain telah berkembang menjadi suatu ilmu komunikasi yang harus dimiliki siapa saja. Terlepas dari apakah implementasinya nanti akan digunakan untuk tujuan positif atau negatif tentunya akan tergantung dari niat masing-masing orang.

Tidak ada salahnya kalau kita pun belajar perihal seni membujuk ini karena akan membuat kita menjadi lebih aware terhadap setiap keputusan yang akan kita ambil.

Pembahasan lengkap perihal prinsip-prinsip membujuk atau mempersuasi telah lama dilakukan oleh Robert Cialdini. Pak Robert memberikan penjelasan cukup lengkap dengan latar belakang psikologis kenapa dan bagaimana seseorang bisa melakukan persuasi terhadap orang lain dan bagaimana kita juga bisa menerapkan prinsip-prinsip tersebut.

Berikut ini kajian enam prinsip pak Chialdini perihal persuasi untuk Anda semua. Anda pun bisa membaca dan mempelajarinya langsung di website pak Cialdini bila ingin mempelajarinya lebih detail.

1. Prinsip Kesukaan (Liking)

Seseorang akan mudah dipersuasi bila dia menyukai atau memiliki kesamaan tertentu dengan Anda.

We like people who like us. Kita tidak bisa menolak seseorang yang sudah dekat dengan kita. Bahkan kemiripan dan kesamaan dalam hobi saja sudah bisa membuat kita berasa dekat dengan orang itu. Bisakah Anda berkata tidak pada sahabat Anda? Rasanya pasti berat.

Para ahli pemasaran paham benar perihal prinsip ini. Mereka selalu tampil dengan baik dan atraktif agar orang suka padanya. Mereka sering bertanya dimana bapak tinggal atau hobi ibu apa untuk kemudian dikaitkan dengan manfaat yang bisa diperoleh dengan membeli produk mereka.

Lalu bagaimana kita menerapkan prinsip ini dalam keseharian kita? Bangunlah selalu kedekatan dengan setiap orang di sekitar kita. Lakukan percakapan informal untuk tahu lebih banyak informasi perihal mereka. Kesamaan hobi, kecintaan pada hal tertentu, keinginan dan cita-cita mereka.

Dengan membangun kedekatan, kita akan disukai orang. Pada gilirannya, mereka akan selalu mau membantu kita dengan senang hati. Trik membangun kedekatan dengan super cepat sudah pernah kita bahas disini. Silahkan bila Anda ingin membacanya lagi.

2. Prinsip Timbal Balik (Reciprocity)

Kebaikan merupakan senjata dalam persuasi.

Siapa sih yang tidak luluh oleh kebaikan? Hampir semua orang akan merasa berutang pada kebaikan seseorang. Lewat prinsip ini, orang akan mau menolong dan memenuhi keinginan kita bila kita pernah memberikan atau memperlakukan mereka seperti kita ingin diperlakukan.

Taktik ini telah lama digunakan dalam dunia pemasaran. Coba perhatikan, setiap kali Anda datang mengunjungi pameran produk tertentu maka para penjual akan memberikan cindera mata disertai nomor tertentu yang bisa dihubungi bila Anda tertarik untuk membeli.

Prinsip ini terkadang sering disalahgunakan dalam bisnis dan pekerjaan. Banyak kasus terjadi karena penyalahgunaan pemberian hadiah. Kita memang harus berhati-hati dalam menggunakan prinsip ini. Ditambah lagi pergeseran budaya sering kali menimbulkan pertentangan dalam prinsip ini. Begitu juga dari segi agama.

Dalam sehari-hari kita bisa praktekkan prinsip ini dengan banyak-banyak melakukan sedekah. Memberikan senyum, pujian, penghargaan, perlakukan baik kepada semua orang dan pemberian hadiah sewajarnya merupakan penerapan dari prinsip timbal balik.

3. Prinsip Kebersamaan (Social proof)
Tindakan seseorang akan dipicu oleh tindakan orang lain.

Saya jadi ingat waktu jadi panitia acara 17 Agustus-an saat masih sekolah menengah dulu. Kita diminta untuk mencari dana ke setiap warga. Biar cepat dapat uang banyak, seorang sesepuh menyarankan agar nama ketua RT ada di list nomor 1 daftar penyumbang dengan jumlah donasi yang besar.

Untungnya pak RT setuju. Alhamdulillah orang di list nomor 2 dan seterusnya pun cenderung memberikan sumbangan dengan jumlah nominal yang sama atau bahkan lebih besar dari pak RT. Ternyata ini memang seni untuk membujuk orang secara psikologis.

Kata kunci dari prinsip ini adalah bahwa persuasi akan lebih efektif bila dilakukan oleh dan dari sesama rekan. Orang akan menarik orang. Buktinya bisa kita lihat di tempat-tempat pameran produk. Kita pasti akan lebih tertarik untuk mengunjungi stan yang ramai pengunjung daripada stan sepi pengunjung bukan?

Bagaimana mempraktekkan prinsip ini dalam keseharian kita? Kita ambil contoh dalam dunia kerja. Misalkan Anda punya program kerja baru. Dekati anggota team Anda yang paling senior. Yakinkan dia lebih dulu kemudian mintakan dia untuk menyampaikan ke anggota lainnya perihal program kerja Anda. Cara ini lebih efektif daripada Anda berbicara satu persatu ke semua orang. Apalagi bila kita dihadapkan pada team kerja yang heterogen dari segi usia dan pengalaman kerja.

Dalam kasus peningkatan disiplin juga bisa kita pergunakan. Misalkan, Anda ingin agar si B datang tepat waktu. Ambil daftar absen dan sampaikan bahwa hanya dia yang sering terlambat daripada teman-teman lainnya. Cara ini akan membuatnya sadar untuk datang tepat waktu.

4. Prinsip Komitmen (Commitment and consistency)

Semua orang terikat oleh komitmen dan ingin menyelesaikannya.

Kita pantang untuk mundur dari komitmen yang telah kita buat bukan? Siapa yang mau dicap sebagai orang yang tidak punya komitmen? Apalagi bila komitmen tersebut dibuat tertulis dan diketahui banyak orang.

Setiap orang juga ingin selalu konsisten. Mereka selalu ingin agar pekerjaan yang telah dimulai bisa diselesaikan sampai tuntas. Rahasia ini sering dipergunakan para ahli pemasaran dengan menjual produk dalam bagian-bagian terpisah agar orang menjadi penasaran untuk melengkapi dan mengoleksinya sampai lengkap.

Bagaimana cara kita mempraktekkannya prinsip ini di kehidupan kita sehari-hari? Selalu buat komitmen dalam bentuk tertulis. Misalkan Anda sudah sepakat dengan anggota team kerja Anda. Katakanlah si A sudah berjanji akan menyerahkan laporan pada tanggal 10 setiap bulannya. Hasil meeting dengan si A itu coba mintakan kepadanya untuk dibuatnya dalam bentuk memo tertulis. Dengan cara ini si A akan merasa terikat dan akan selalu berkeinginan menyerakan laporan tepat waktu di setiap tanggal 10.

Atau, kita juga bisa memberitahukan perihal komitmen tertulis si A itu kepada seluruh anggota team kerja lainnya. Membuat komitmen menjadi diketahui orang banyak dapat mengikat komitmen tersebut bagi si A.

5. Prinsip Otoritas (Authority)

Otoritas atau keahlian mampu mempengaruhi orang lain.

Coba perhatikan bahwa kita sangat selektif dalam memilih dokter. Informasi perihal dokter A dan dokter B kerap kita kumpulkan terlebih dahulu sebelum memutuskan mau berobat ke siapa karena kita ingin memilih mereka yang memang diakui keahliannya.

Coba perhatikan betapa banyaknya calon anggota dewan terhormat mengiklankan diri dengan mencantumkan semua gelar yang mereka punya atau menampilkan foto bersama ketua umum mereka. Ini semua sebenarnya keinginan untuk mengekspose kekuatan atau keahlian sekaligus mempersuasi orang agar memilihnya.

Bagaimana membuat orang yakin dengan otoritas dan keahlian kita dalam kehidupan sehari-hari? Hadirlah selalu dengan penuh percaya diri. Tunjukan lewat tindakan dan ucapan berarti. Bagaimana meminta orang untuk melakukan sesuatu bila kita sendiri tidak yakin akan permintaan kita itu bukan?

Bahkan gaya busana pun harus kita perhatikan. Ada teman saya yang selalu mengkritik cara busana saya di kantor dulu. Busana lapangan dengan celana jeans dan baju agak lusuh sering saya kenakan di kantor saking seringnya saya harus pergi ke lapangan.

Hal ini menimbulkan protes darinya. Tidak seharusnya saya tetap berbusana dengan celana jeans dan baju lusuh. Belakangan saya tahu bahwa protes darinya itu ada benarnya karena sesuai dengan prinsip pak Chialdini.

Oleh karena itu, setiap kita harus terus menerus belajar mengasah kekuatan dan keahlian karena orang akan mendengar dan melakukan sesuatu bila dia yakin pada keahlian kita.

6. Prinsip Keterbatasan (Scarcity)

Keterbatasan membuat sesuatu menjadi penting.

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan kalimat pemasaran produk berikut: “segera lakukan pemesan karena harga naik mulai besok, atau segera lakukan pemesanan karena produk kami hanya tinggal untuk hari ini”. Pernyataan seperti ini adalah strategi ampuh membujuk orang.

Sesuatu menjadi sangat penting karena ada limitasi. Membaca kalimat akan naiknya harga akan membuat Anda merasa ingin cepat-cepat membeli karena secara psikologis memang kita akan bereaksi terhadap limitasi.

Lalu bagaimana mempraktekkannya di dalam kehidupan? Menurut Cialdini kita bisa melakukannya dengan cara menyampaikan memberikan keunikan dan menyatakan kerugian yang akan terjadi bila tidak melakukan pekerjaan tersebut dengan segera.

Gunakan kalimat kerugian yang diderita daripada manfaat yang bisa diperoleh. Maksudnya, bila kita meminta seseorang untuk berubah bujuklah dia dengan memaparkan kerugian yang akan timbul bila tidak melakukannya daripada berpanjang lebar menjelaskan manfaat yang akan dia peroleh.

Demikian dan semoga bermanfaat broo

Catatan redaksi: Seri "Ronny Irawan Quotes, adalah kumpulan wejangan dan tips-tips yang sering dibagikan beliau pada sales-salesnya melalui BBM. Kumpulan wejangan tersebut saya buat dalam artikel blog ini, agar memudahkan untuk membacanya. Bapak Ronny Irawan saat ini menjabat sebagai Kepala Cabang di Astrido Toyota Kelapa Gading VSP (Mediterania), di cabang dimana saya bekerja saat ini"
Selamat membaca!

My Michael Jordan's Favorite Quote

Michael Jordan berkata "Anda bisa berlatih shooting sampai 8 jam per hari, NAMUN jika tehnikmu SALAH, maka yang terjadi adalah Anda menjadi seorang yang MAHIR shooting dengan SALAH. Lakukan menurut cara fondasionalnya, maka level dari semua yang Anda kerjakan akan berkembang."

"You Can practice shooting eight hours a day, but if your technique is wrong then all you become is a very good at shooting the wrong way. Get the fundamentals down and the level of everything you do will rise" - Michael Jordan

----

Seorang sales di tempat kerja baru saya berkata "Bapak mah pasti hebat jualan, kan Bapak senior sudah 6 tahun di Auto 2000"

Saya berkata: "Lama kita bekerja sebagai sales di suatu perusahaan, tidak menjadi patokan kemampuan berjualan yang hebat. Bisa saja seorang sales memiliki pengalaman selama 6 tahun, namun ternyata ia mengulang hal yang salah berulang-ulang dan tidak belajar menjadi lebih baik. Namun bukan tidak mungkin seorang sales yang baru 3 bulan ternyata memiliki skill yang lebih efektif dalam memenangkan penjualan di banding si senior yang sudah 6 tahun itu." 

-----

Tidak ada gunanya jika seorang sales memiliki jam terbang yang lama, namun berhenti BELAJAR. Yang paling sulit adalah menjadi seorang sales yang mau terus belajar menjadi lebih baik dan menghadapi segala kekurangannya dengan lapang dada, dan mau menjadi sales yang berhasil. 

Sales yang berhasil dalam pengertian saya adalah sales yang tentu saja MAMPU untuk mengajarkan sales-sales pemula lainnya mengikuti jejak menjadi SALES YANG BERHASIL"

"Apakah saya mampu meninggalkan jejak untuk menuntun mereka, menjadi Sales yang berhasil?"